Jadi Ladang Cuan, Bagaimana Kopi Keliling dan Coffee Shop Berbagi Pasar?
keberadaan kopi keliling justru dapat membantu memperluas pasar industri kopi. Konsumen memiliki lebih banyak pilihan sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing.-dok Disway-
JAKARTA, DISWAY.ID-- Maraknya pedagang kopi keliling dalam beberapa waktu terakhir dinilai tidak serta-merta menjadi ancaman bagi pelaku usaha coffee shop. Sebaliknya, fenomena tersebut justru dianggap sebagai tanda bahwa minat masyarakat Indonesia terhadap kopi semakin meningkat.
Pandangan itu disampaikan Advis Khairun Ni’mah (28), pemilik usaha coffee shop rumahan di Tambun Selatan, Bekasi. Ia menilai pedagang kopi keliling dan coffee shop memiliki karakter serta target pasar masing-masing.
“Jujur senang banget. Ini membuktikan bahwa sebenarnya minat kopi di Indonesia memang semakin hari semakin banyak peminatnya,” kata Advist.
Menurutnya, keberadaan kopi keliling justru dapat membantu memperluas pasar industri kopi. Konsumen memiliki lebih banyak pilihan sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing.
Advist mencontohkan, kopi keliling biasanya menyasar konsumen yang ingin membeli kopi secara praktis tanpa harus datang dan duduk di coffee shop.
Sementara itu, coffee shop menawarkan pengalaman berbeda, seperti menikmati minuman sambil bersantai atau berkumpul.
“Setiap kopi saya yakin punya ciri khasnya masing-masing dan setiap kopi juga punya pelanggannya masing-masing sesuai selera. Jadi saya tidak menganggap penjual kopi keliling ini adalah saingan karena target market-nya pun beda,” ujarnya.
Faktor Pengalaman dan Perilaku Fleksibel Pembeli
Advist menilai harga yang lebih murah memang menjadi salah satu daya tarik kopi keliling. Namun, menurut dia, harga bukan satu-satunya faktor yang menentukan pilihan konsumen.
Ia mengatakan konsumen tetap mempertimbangkan rasa, jenis biji kopi, takaran, hingga pengalaman ketika membeli kopi.
“Jadi tidak bisa disamakan dan konsumen pasti kadang ada saatnya dia membeli kopi keliling karena mungkin lagi mager, terus kalau misalkan dia lagi pengen ke coffee shop ya ke coffee shop,” jelasnya.
Menurutnya, konsumen saat ini juga cenderung fleksibel. Mereka dapat membeli kopi keliling pada satu kesempatan dan memilih coffee shop pada kesempatan lain.
“Kalau misalkan lagi gajian biasanya ke coffee shop,” ujarnya.
Advis sendiri mematok harga kopi mulai Rp10 ribu untuk pembelian langsung di sekitar kompleks rumah. Sementara untuk penjualan melalui platform daring, harga yang ditawarkan Rp15 ribu.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: