Jadi Ladang Cuan, Bagaimana Kopi Keliling dan Coffee Shop Berbagi Pasar?
keberadaan kopi keliling justru dapat membantu memperluas pasar industri kopi. Konsumen memiliki lebih banyak pilihan sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing.-dok Disway-
Menariknya, perusahaan juga memberikan insentif bagi pedagang yang mampu masuk jajaran penjualan terbaik.
Suparma menyebut terdapat kategori top sales 10 besar yang dapat memberikan bonus tambahan.
Bonus tersebut diberikan dalam periode berbeda. Untuk top sales, penghargaan diberikan berdasarkan capaian mingguan. Sementara bonus berdasarkan capaian tertentu dapat diberikan secara bulanan.
"Uang. Ada yang 100, 200, 300," terang Suparma.
Artinya, pedagang memiliki peluang memperoleh tambahan penghasilan di luar pendapatan rutinnya jika mampu mengejar target penjualan.
Untuk mengejar target, pedagang harus memastikan stok tetap tersedia. Jika dagangan yang dibawa habis, Suparma akan kembali ke hub untuk melakukan pengisian ulang atau refill.
Berjualan Dari Pagi hingga Malam
Popularitas kopi keliling pun juga diungkapkan oleh Freddy, salah seorang pedagang kopi gerobak yang bertempat di wilayah Depok, Jawa Barat.
Dalam penuturannya, Freddy mengungkapkan bahwa dirinya dapat berjualan sejak dini hari hingga larut malam mengingat masih banyak pelanggan yang berdatangan untuk mencari kopi.
"Kopinya standby dari pagi sampai malam, sampai jam setengah dua-dua malam. Kalau yang jam pertama atau jam dua-dua malam mereka beli, mereka biasanya tukang-tukang untuk membeli kopinya, karena mereka mungkin kalau kopinya kalau udah gak kenal jam," tutur Freddy saat ditemui oleh Disway, pada Jumat (14/08).
Kendati pelanggan terus berdatangan setiap harinya, Freddy mengakui bahwa model pekerjaan ini sendiri masih belum dapat menjadi model pekerjaan yang memberikan keamanan finansial.
Pasalnya, dirinya menambahkan, dengan semakin populernya konsep Kopi Keliling, maka persaingan di lapangan pun juga akan semakin ketat seiring dengan menjamurnya merek-merek kopi keliling baru di berbagai tempat.
"Itu benar-benar luar biasa sih, karena brand-brand baru tuh kemunculan. (1:38) Termasuk yang brand lama ya, sekarang sudah masuk ke dalam area, ke dalam, sampai ke dalam-dalam area kita gitu, yang sebelumnya tuh hanya di jalan provinsi, udah masuk ke dalam area kita lah. Otomatis mengurangi pendapatan kita sendiri," pungkas Freddy.
Selain persaingan yang meningkat, Freddy juga turut menambahkan bahwa membengkaknya harga bahan baku di pasaran pun juga menjadi alasan mengapa para pedagang kopi keliling
"Kondisi ekonomi yang sekarang ini tuh bikin bahan baku gejolak naiknya tuh tinggi, apalagi harga dolar naik. Harapannya sih ya mungkin kalau misalkan ini segera ketemu bisnis baru," tukasFreddy.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: