KOTAWARINGIN, DISWAY.ID -- Kabut asap yang disebabkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, mulai berdampak serius pada kesehatan masyarakat.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kobar mencatat setidaknya terjadi lonjakan 515 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sejak Karhutla berkobar di Kalimantan dalam sepekan terakhir.
Lonjakan kasus ISPA tersebut terekam pada pemantauan minggu ke-32 melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) Dinkes Kobar.
BACA JUGA:BNI Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Karhutla di Kalimantan Tengah
Kondisi in memicu perhatian serius lantaran grafik kasus terus merambat naik dari pekan-pekan sebelumnya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengadilan Penyakit (P2P) Dinkes Kobar, dr. Jhonferi Sidabalok menegaskan, pihak medis terus mengawasi pergerakan grafik ISPA yang dinilai menunjukkan eskalasi sejak pertengahan tahun ini.
"Tren kasus ISPA menunjukkan pol fluktuatif dengan peningkatan yang cukup nyata pada minggu ke-28 sampai minggu ke-32. Dinas Kesehatan mencatat sekitar 515 kasus ISPA hanya dalam satu pekan," kata Jhonferi kepada awak media dikutip Kamis, 27 Agustus 2026.
Berdasarkan pemetaan fasilitas kesehatan, beban kasus tertinggi berada di wilayah kerja Puskesmas Sungai Rangit dengan total laporan mencapai 1.933 kasus (16,43 kasus).
BACA JUGA:Gelontorkan Rp5 Triliun untuk Tangani Karhutla, Menkeu Purbaya: Jangan Sampai Di-mark Up!
Angka ini disusul Puskesmas Madurejo sebanyak 1.169 kasus (9,94 persen) serta Puskesmas Kumai yang mencatatkan 1.152 kasus (9,79 persen).
"Sementara itu, Puskesmas Karang Mulya mencatat 914 kasus dan Puskesmas Mandawai sebanyak 905 kasus," bebernya.