JAKARTA, DISWAY.ID - Teks khutbah Jumat, 28 Agustus 2026 dari Kementerian Agama (Kemenag) yang bisa menjadi referensi.
Menjelang pelaksanaan sholat Jumat esok, teks khutbah menjadi informasi yang paling banyak dicari.
Salah satu materi teks khutbah Jumat, 28 Agustus 2026 yang bisa dijadikan referensi oleh khatib dari Kemenag berjudul "Mengapa Doa Belum Terkabul?".
BACA JUGA:Teks Khutbah Jumat 21 Agustus 2026 Kemenag: Maulid Nabi Tiba, Jaga Akhlah Generasi Muda
Khutbah sendiri menjadi salah satu rangkaian dalam pelaksanaan sholat Jumat di masjid yang bertujuan untuk menyampaikan pesan berisi nasihat dan ajaran.
Khutbah bukan hanya sekadar ceramah biasa, tetapi rukun yang menentukan keabsahan sholat Jumat secara keseluruhan.
Apabila khutbah tidak sah atau tidak memenuhi syarat, maka sholat Jumat yang dikerjakan tidak sah atau harus diganti dengan sholat Dzuhur.
Teks Khutbah Jumat 28 Agustus 2026
Dikutip laman resmi Kemenag, berikut teks khutbah Jumat tentang Mengapa Doa Belum Terkabul?
BACA JUGA:3 Teks Khutbah Jumat 14 Agustus 2026 Resmi Kemenag, MUI, dan NU Tentang HUT ke-81 RI
Khutbah I
hutbah Pertama
اَلْحَمْدُ للهِ، اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِىْ جَعَلَ الْاِسْلَامَ طَرِيْقًا سَوِيًّا، وَوَعَدَ لِلْمُتَمَسِّكِيْنَ بِهِ وَيَنْهَوْنَ الْفَسَادَ مَكَانًا عَلِيًّا. أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةَ مَنْ هُوَ خَيْرٌ مَّقَامًا وَأَحْسَنُ نَدِيًّا. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا محَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمُتَّصِفُ بِالْمَكَارِمِ كِبَارًا وَصَبِيًّا. اَللَّهُمَّ فَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَانَ صَادِقَ الْوَعْدِ وَكَانَ رَسُوْلاً نَبِيًّا، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِيْنَ يُحْسِنُوْنَ إِسْلاَمَهُمْ وَلَمْ يَفْعَلُوْا شَيْئًا فَرِيًّا،
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ، اُوْصِيْنِيْ نَفْسِىْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ .قَالَ اللهُ تَعَالَى : بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ، يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah.
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. Takwa bukan hanya diwujudkan melalui kesungguhan dalam menjalankan ibadah ritual, tetapi juga melalui keselarasan antara apa yang kita ucapkan, apa yang kita mohonkan kepada Allah, dan apa yang kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, tidak sedikit orang yang lisannya dipenuhi doa, tetapi perilakunya justru menjauhkan dirinya dari terkabulnya doa tersebut.