Pemain Jerman tersebut diharapkan mampu menjadi kreator utama sekaligus sosok yang dapat mengubah jalannya pertandingan.
Namun, perbandingan dengan Kevin De Bruyne menunjukkan betapa tingginya standar yang harus dicapai Wirtz.
BACA JUGA:Muak dengan Performa Robert Sanchez, Chelsea Gencar Kejar Emiliano Martinez
De Bruyne memiliki kombinasi visi, kekuatan, kemampuan mengirim umpan akhir, serta penyelesaian yang membuatnya mampu mendominasi pertandingan Premier League selama bertahun-tahun.
Wirtz memiliki kualitas teknik dan kreativitas yang luar biasa, tetapi ia masih harus membuktikan bahwa kemampuannya dapat diterjemahkan secara konsisten ke dalam pertandingan Premier League.
Salah satu masalah terbesar adalah bagaimana Wirtz menghadapi lawan yang bermain agresif dan menggunakan kekuatan fisik untuk membatasi ruang geraknya.
Jamie Carragher bahkan menilai performa Wirtz sejauh ini belum mencerminkan harga 115 juta poundsterling yang dibayarkan Liverpool.
BACA JUGA:Carlos Baleba Resmi Jadi Milik Man United, Rp1,7 Triliun Dibayar dan Ucapannya Bikin Fans Merinding!
Andoni Iraola Harus Menemukan Posisi Terbaik Wirtz
Kedatangan Andoni Iraola memberikan dimensi baru bagi masa depan Wirtz di Liverpool.
Salah satu tantangan utama sang pelatih adalah menemukan posisi yang memungkinkan Wirtz memberikan pengaruh maksimal tanpa mengorbankan keseimbangan tim.
Selama pramusim, Wirtz kembali dicoba di posisi nomor 10, peran yang dianggap paling cocok dengan karakter permainannya.
Dari posisi tersebut, ia diharapkan dapat bermain lebih dekat dengan penyerang dan memaksimalkan kemampuan menciptakan peluang.
BACA JUGA:Man Utd Gigit Jari! Tolak Mamadou Sangare, Kini Jadi Bintang yang Bikin Setan Merah Menyesal
Namun, persoalan defensif masih menjadi perhatian.
Ketika Wirtz tidak cukup aktif dalam membantu pertahanan, beban kerja gelandang seperti Alexis Mac Allister dan Dominik Szoboszlai ikut meningkat.