JAKARTA, DISWAY.ID-- Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyebut sebanyak 80 sekolah dikeluarkan dalam daftar penerima program makan bergizi gratis (MBG).
Adapun sejumlah sekolah tersebut terdiri dari sekolah swasta kelas atas dan sekolah asrama.
BACA JUGA:414 Dapur MBG Belum Beroperasi tapi Sudah Terima Duit, Rp311 Miliar Dikembalikan ke Negara
"Nah itu juga beberapa sudah ada 80an sekolah gitu seIndonesia, yang kemudian sekolah swasta khususnya. itu kemudian kita exclude untuk tidak diberikan MBG," ucap Sudaryono di Kantor Kemenkeu, dikutip Minggu, 30 Agustus 2026.
Sebab, kata dia, sekolah yang tidak menerima MBG sudah memiliki program sendiri.
"Bisa cek di Radar MBG misalnya masukkan saja sekolah misalnya JIS, atau Cikal atau Taruna Nusantara, atau Kemala Bhayangkari misalnya. Nanti di dalam Radar MBG ada keterangan tidak mendapatkan alokasi MBG," ujarnya.
BACA JUGA:Kocak! Anak STM Dicegat Polisi Saat Menuju Gedung DPR: MBG Mana Pak Prabowo?
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa merespons terkait anak-anak dari keluarga mampu memilih tidak menerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Bendahara Negara itu menegaskan mekanisme pelaksanaan kebijakan tersebut sepenuhnya berada di bawah kewenangan Badan Gizi Nasional (BGN).
Ia mengaku belum mengetahui secara rinci prosedur terkait wacana tidak diberikannya MBG kepada anak-anak dari keluarga kaya.
BACA JUGA:Bupati Nagekeo Klaim KDRT Berkurang Sejak Ada Program MBG, Ini Alasannya
Menurutnya, seluruh aspek teknis pelaksanaan program dikelola oleh BGN, termasuk koordinasi dengan sekolah-sekolah.
Saya nggak tahu detailnya seperti apa, saya harus tanya ke Kepala MBG gimana prosedurnya. Itu kan mereka yang kendalikan sekolahnya. Kalau ada anak orang kaya, berarti sekolah-sekolah yang bagus-bagus," ucap Purbaya, Kamis 23 Juli 2026.
Ia mengatakan apabila ada sekolah atau siswa yang memutuskan tidak menerima MBG, pemerintah tidak akan mempermasalahkannya.
"Mungkin nanti kalau mereka bilang mereka nggak mau, ya sudah. Dikasih katanya gitu, tapi teknisnya tanya mereka ya," jelasnya.