Cari Tanaman Hias dan Satwa Unik? Temukan di FLONA 2026

Senin 31-08-2026,11:04 WIB
Reporter : Cahyono
Editor : Tri Broto

Pada 14 Agustus 2026, tiga pohon tabebuya ditanam di Taman Blok A, Kebayoran Lama Utara.

Penanaman tersebut menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan ruang terbuka hijau sekaligus membantu meningkatkan kualitas udara.

Rangkaian kegiatan itu menunjukkan bahwa pembicaraan mengenai ruang hijau tidak berhenti di Flona. Penataan dan penambahan ruang hijau menjadi bagian dari pekerjaan yang terus berlangsung di Jakarta.

BACA JUGA:Pramono Tetapkan Tarif Uji Coba LRT Kelapa Gading-Manggarai Rp8, Pergub Disiapkan

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta M Thamrin menilai penyelenggaraan Flona 2026 menunjukkan perkembangan.

Menurut dia, Flona kini mulai bergerak dari pameran tanaman dan hewan menjadi ruang edukasi keanekaragaman hayati.

“Terkait Flona 2026 ini adalah langkah maju dari sekadar pameran tanaman/hewan jadi ruang edukasi keanekaragaman hayati dengan konsep enam zona ekoregion, gratis untuk umum hingga malam,” ujar Thamrin.

Meski demikian, Thamrin menilai masih ada sejumlah hal yang perlu diperbaiki.

Salah satunya keberlanjutan tanaman yang digunakan selama pameran. Menurut dia, tanaman yang menjadi bagian dari Flona sebaiknya tidak berhenti sebagai dekorasi selama acara.

Setelah pameran berakhir, tanaman tersebut dapat dipindahkan dan dimanfaatkan untuk memperkaya ruang publik di Jakarta.

BACA JUGA:Pramono Buka Karpet Merah untuk Investor, Tawarkan 37 Proyek Investasi Rp115 Triliun

“Yang perlu diperbaiki ke depan adalah ada pemanfaatan tanaman yang bisa tetap ada di ruang publik setelah acara selesai, penataan kenyamanan dan akses pengunjung, keseimbangan edukasi dan komersial,” katanya.

Thamrin juga mengusulkan agar konsep edukasi Flona diperluas ke taman-taman lain.

Namun, konsep tersebut tidak perlu dibuat seragam. Setiap taman dapat mengembangkan tema sesuai karakter dan potensi lingkungannya.

“Perlu diperluas ke taman lain? Perlu, tapi nggak disalin mentah-mentah. Lapangan Banteng tetap jadi pusat, dan buat versi mini Flona di taman-taman wilayah seperti Ayodya, Langsat, Mangrove, dan lainnya dengan karakteristik masing-masing lokasi, agar edukasi sampai ke warga seluruh Jakarta,” ujarnya.

Gagasan itu dapat membuat edukasi mengenai keanekaragaman hayati tidak hanya terpusat di Lapangan Banteng.

Kategori :