Cari Tanaman Hias dan Satwa Unik? Temukan di FLONA 2026

Senin 31-08-2026,11:04 WIB
Reporter : Cahyono
Editor : Tri Broto

“Flona kami hadirkan bukan hanya sebagai pameran, tetapi sebagai ruang edukasi agar masyarakat semakin mengenal kekayaan flora dan fauna Nusantara serta memahami pentingnya menjaga ruang hijau dan keanekaragaman hayati di Jakarta,” ujar Afan saat membuka Flona 2026, Jumat (28/8/2026).

BACA JUGA:DLH DKI Sanksi Tegas 11 Perusahaan Angkutan Sampah: Terancam Dicabut Izin Usaha

Konsep itu terlihat dari pembagian area pameran menjadi enam zona Ekoregion Nusantara.

Keenam zona tersebut mewakili Sumatra, Jawa dan Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara dan Maluku, serta Papua.

Setiap zona menampilkan karakter flora dan fauna, sejarah, keanekaragaman hayati, serta kearifan lokal dari wilayah masing-masing.

Dengan begitu, pengunjung tidak hanya melihat tanaman dan satwa, tetapi juga diajak memahami keterkaitan antara alam, budaya, dan kehidupan masyarakat.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya datang untuk menikmati pameran, tetapi juga membawa pulang kesadaran bahwa menjaga lingkungan, ruang hijau, dan keanekaragaman hayati adalah bagian dari tanggung jawab bersama untuk masa depan Jakarta,” kata Afan.

Kehadiran Flona 2026 sejalan dengan upaya Jakarta menambah dan memperbaiki ruang terbuka hijau di tengah kepadatan kota.

Data BPS 2026 mencatat Pemprov DKI telah menyelesaikan pembangunan 21 ruang terbuka hijau baru.

Salah satunya Taman Ayodya dengan luas 5,6 hektare yang dilengkapi lintasan jogging sepanjang 1,2 kilometer.

BACA JUGA:Dalih Cari Tramadol, 6 Orang Ngaku Polisi Nekat Peras Pemilik Warung hingga Dibawa Keliling

Pengembangan ruang hijau juga berlangsung di wilayah lain.

Pada Agustus 2026, misalnya, Pemerintah Kota Jakarta Utara membangun Taman Bukit Gading di atas lahan sekitar 1,3 hektare.

Taman ini dirancang memiliki lintasan jogging sekitar 505 meter, area bermain anak, ruang terbuka hijau, dan bangunan serbaguna.

Hingga 7 Agustus 2026, pembangunan taman tersebut mencapai sekitar 35 persen dan ditargetkan selesai pada Oktober 2026.

Sementara itu, penghijauan di Jakarta Selatan dilakukan antara lain melalui penanaman pohon.

Kategori :