KARAWANG, DISWAY.ID– Kolaborasi industri dan perguruan tinggi terus diperkuat untuk menjawab kebutuhan teknologi serta sumber daya manusia (SDM) masa depan.
PT SANY Heavy Industry Indonesia menggandeng Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk memperluas kerja sama di bidang riset, inovasi, pendidikan, dan pengembangan talenta.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di fasilitas PT SANY Industry Machinery, Kawasan Industri Mitra Karawang, Jawa Barat.
BACA JUGA:SANY Perkuat Kesiapsiagaan Masyarakat Hadapi Bencana Lewat CERP-Indonesia 2026
MoU ditandatangani Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi ITB Prof. Ir. Lavi Rizki Zuhal, Ph.D. dan Presiden Direktur PT SANY Heavy Industry Indonesia Li Dao.
Ruang lingkup kolaborasi tidak hanya berkaitan dengan pendidikan, tetapi juga membuka peluang magang, work-integrated learning, rekrutmen mahasiswa dan lulusan ITB, peningkatan kompetensi, hingga penelitian bersama. Kedua pihak juga mendorong pertukaran pengetahuan dan teknologi serta pemanfaatan fasilitas riset.
Chairman of SANY Asia Pacific Zhang Song mengatakan, penguatan talenta lokal menjadi bagian penting dari ekspansi SANY di Indonesia.
Saat ini, sekitar 91 persen pekerja SANY di Karawang merupakan tenaga kerja lokal.
Menurutnya, kerja sama dengan ITB dapat memberikan akses lebih luas bagi mahasiswa, akademisi, dan peneliti untuk memahami kebutuhan industri sekaligus mengenal perkembangan teknologi global SANY.
“Indonesia bukan hanya pasar strategis, tetapi juga bagian penting dari pengembangan bisnis, teknologi, dan investasi SANY ke depan,” kata Zhang.
BACA JUGA:Sah! DPR Setujui Destry Damayanti sebagai Gubernur BI Periode 2026-2031
Deputy General Manager/Director Government Relations SANY Indonesia Saanjay Shamdasani menambahkan, kolaborasi tersebut diarahkan untuk menghasilkan SDM dengan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri.
Sementara itu, Prof. Lavi menyebut kerja sama dengan SANY menjadi peluang memperluas jejaring ITB dengan industri sekaligus memperkuat koneksi akademik Indonesia-Tiongkok.
Kolaborasi ini diharapkan berkembang menjadi ekosistem riset dan inovasi yang menghubungkan kampus, industri, serta teknologi global.
Dengan demikian, mahasiswa dan peneliti tidak hanya memperoleh pengalaman akademik, tetapi juga terlibat dalam pengembangan solusi teknologi untuk kebutuhan industri di Indonesia.