JAKARTA, DISWAY.ID - Kehadiran Chery J6T CSH menjadi salah satu daya tarik baru dalam keluarga Chery Super Hybrid (CSH) di Indonesia.
Diperkenalkan pada GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, J6T CSH menawarkan pengalaman berkendara elektrik yang dipadukan dengan fleksibilitas perjalanan hingga lebih dari 1.000 kilometer.
Kemampuan tersebut didukung teknologi Range-Extended Electric Vehicle (REEV), salah satu pendekatan elektrifikasi terbaru dalam keluarga Chery Super Hybrid bersama HEV dan PHEV.
Meskipun sama-sama memadukan mesin bensin, baterai, dan motor listrik, ketiganya memiliki cara kerja serta karakter penggunaan yang berbeda.
“Elektrifikasi tidak hadir hanya dalam satu bentuk teknologi. Melalui Chery Super Hybrid, kami menghadirkan pilihan HEV, PHEV, dan REEV dengan keunggulannya masing-masing. Kehadiran J6T CSH memperluas pilihan tersebut melalui pengalaman berkendara berbasis motor listrik dengan fleksibilitas untuk perjalanan lebih jauh,” ujar Budi Darmawan Jantania, Vice Country Director Chery Business Unit.
Chery Super Hybrid: Satu Payung, 3 Pendekatan Berbeda
Chery Super Hybrid (CSH) merupakan payung teknologi elektrifikasi yang mencakup HEV, PHEV, dan REEV.
Ketiganya memiliki karakter berbeda berdasarkan bagaimana mesin, baterai, dan motor listrik bekerja dalam menyalurkan tenaga, performa, serta mendukung mobilitas pengguna. Berikut rincian karakteristik dari masing-masing pilar teknologi CSH:
1. Hybrid Electric Vehicle (HEV) menerapkan sistem di mana mesin bensin dan motor listrik dapat bekerja secara simultan maupun bergantian.
Baterai terisi secara otomatis melalui pemanfaatan energi regeneratif dan mekanisme mesin, sehingga tidak memerlukan pengisian daya eksternal.
Teknologi ini cocok bagi pengguna yang ingin beralih dari kendaraan bermesin bensin ke teknologi elektrifikasi secara lebih mulus, sekaligus mendapatkan konsumsi bahan bakar yang lebih efisien untuk penggunaan sehari-hari.
2. Pada Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), kendaraan mengusung baterai berkapasitas lebih besar yang dapat diisi melalui sumber listrik eksternal.
Hal ini memungkinkan kendaraan melaju dengan tenaga listrik murni untuk jarak tertentu sebelum sistem bertransisi ke mesin bensin guna mengoptimalkan jarak perjalanan, memberikan fleksibilitas berkendara listrik untuk aktivitas harian sekaligus keleluasaan untuk perjalanan jarak jauh.
3. Sebagai inovasi terkini, teknologi Range-Extended Electric Vehicle (REEV) memposisikan motor listrik sebagai satu-satunya penggerak roda untuk mendapatkan sensasi berkendara elektrik.
Sedangkan mesin bensin berfungsi sebagai generator untuk menghasilkan tambahan energi listrik tanpa terhubung secara mekanis dengan sistem penggerak roda, sehingga memberikan pengalaman berkendara elektrik tanpa kekhawatiran kehabisan daya di perjalanan.