Ia menyebutkan, pengelolaan utang tersebut tanpa membebani APBN, dengan melalui Special Mission Vehicle (SMV) yang ada di bawah Kemenkeu.
"Jadi walaupun oleh pemerintah, tapi enggak langsung jadi tanggung jawab atau membebani APBN," jelasnya.
Sementara itu, COO Danantara, Dony Oskaria mengaku, saat ini pihaknya masih berupaya merampungkan penghitungan terkait total besaran jumlah utang dari Whoosh tersebut.
"Pada saat penyerahan nanti ya. Karena detilnya masih dihitung. Pertengahan September paling lambat," ujarnya.