Purbaya Blak-blakan soal Whoosh Usai Lengser: Alhamdulillah, Gue Selamat!
Mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya buka suara soal perkembangan handover proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh setelah dirinya tak lagi menjabat sebagai Menteri Keuangan (Menkeu).--Fajar Ilman
JAKARTA, DISWAY.ID - Mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya buka suara soal perkembangan handover proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh setelah dirinya tak lagi menjabat sebagai Menteri Keuangan (Menkeu).
Alih-alih membahas detail proses pengalihan pengelolaan Whoosh, Purbaya justru merespons dengan nada santai dan berseloroh. Ia bahkan mengaku lega setelah melepaskan jabatan sebagai bendahara negara.
“Kan gua bukan menteri keuangannya. Alhamdulillah, selamat gua. Hahaha,” ujar Purbaya sembari tertawa usai Serah Terima Jabatan di Aula Kementerian Keuangan, Selasa, 15 September 2026.
BACA JUGA:Mendadak Dicopot Sebagai Menkeu, Purbaya: Ada Rasa Sebel, Kan Saya Manusia
Purbaya mengaku lega usai melepaskan jabatan sebagai bendahara negara.
"Lebih happy, nanti malam bisa tidur tenang gitu. Semalam masih mikir-mikir jadi agak susah tidur, tapi saya yakin besok udah tenang, aman," pungkasnya.
Diketahui, Kepemilikan dan pengelolaan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) bakal berpindah tangan ke bawah koordinasi Kementerian Keuangan (Kemenkeu), melepaskan peran PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI.
Adapun langkah ini diambil guna penyelesaian restrukturisasi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh.
BACA JUGA:6 Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Terbaru Menkeu Purbaya Diganti Suahasil Nazara
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menjelaskan, nantinya Kemenkeu mempertahankan porsi mayoritas sebesar 60 persen. Sedangkan 40 persen sisanya dimiliki oleh konsorsium perusahaan China.
Bahkan tidak menutup kemungkinan proyek kereta cepat ini akan diperpanjang hingga Jawa Timur.
"Jadi 60 persen (Saham KCIC) dikasih ke kita, 40 persennya ada yang lain, masih ada China juga di situ kan. Kita tanya ke China juga sepertinya mereka masih mau melanjutkan proyek ini dan mungkin kalau disuruh kita akan perpanjang ke Jawa Timur sana," kata Purbaya usai menggelar pertemuan di dengan COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026.
Ia mengungkapkan, utang Whoosh akan dialihkan ke Kemenkeu, dimana proses pengalihannya ditargetkan rampung pada sekitar tengah September 2026 mendatang.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: