Purbaya Akui Sudah Tahu Dirinya Bakal Dicopot dari Menkeu
Mantan Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa mengaku sudah memiliki firasat jika dirinya akan dicopot sebagai Menkeu dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara.-fajar ilman-
JAKARTA, DISWAY.ID - Mantan Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa mengaku sudah memiliki firasat jika dirinya akan dicopot sebagai Menkeu dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara.
Sebagaimana diketahui, dicopotnya Purbaya saat dirinya sedang melakukan rapat kerja dengan komtite IV DPD pada Senin, 14 September 2026.
"Cuman ada itunga,n saya ada sesuatu yang mungkin 50-50 kansnya," katanya, usai sertijab di gedung Kemenkeu, Selasa, 15 September 2026.
Terkait banyaknya spekulasi soal dirinya yang akan menjabat sebagai Menteri PMK, Purbaya mengaku tidak tahu menahu.
Ia memilih menikmati masa pensiun usai menjabat menjadi Menkeu selama setahun.
"Nggak tau, udah pensiun, ya udahlah. Udah mau pensiun. Tadinya di LPS juga udah mau pensiun tadinya kita pengen bantuin sebentar, udah cukup lah setahun,"tegasnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Suahasil Nazara yang baru saja resmi dilantik menjadi Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan akan berfokus menjaga stabilitas APBN dan memastikan keberlanjutan program ekonomi yang sedang berjalan.
"Melalui Bapak Presiden, Bapak Presiden memberikan arahan supaya saya menyelesaikan masa Kabinet Merah Putih 2024–2029 sebagai Menteri Keuangan," kata Suahasil di gedung Kemenkeu, Senin, 14 September 2026.
BACA JUGA:8 Gebrakan Purbaya Yudhi Sadewa Selama di Kemenkeu, Kejar Ekonomi hingga Dekati 6 Persen
Pada hari pertama menjabat, Suahasil memastikan tidak ada perombakan drastis dari kepemimpinan sebelumnya.
Menurutnya, prioritas utama Kemenkeu adalah menjaga kesehatan fiskal guna mendorong konsumsi, investasi, pengeluaran pemerintah, hingga ekspor.
"Dapat tugasnya adalah menjaga keuangan negara, memastikan keuangan negara kita akan terus menjadi APBN yang menumbuhkan, APBN yang menstabilkan ekonomi kita, bermanfaat paling maksimal untuk masyarakat Indonesia secara keseluruhan," ucapnya.
"Baik melalui konsumsi masyarakat, melalui investasi, melalui pengeluaran pemerintah, dan lebih-lebih lagi melalui kegiatan ekspor," sambungnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: