Budaya kita ternyata sudah setara dengan Amerika: memberhentikan seseorang cukup lewat telepon. Sangat efisien: Anda diberhentikan. Titik. Tidak perlu ada alasan yang bisa didengar oleh yang diberhentikan. Itu sepenuhnya otoritas yang memberhentikan.
Pakai cara apa pun toh hasilnya sama: diberhentikan. Lebih baik cepat diberitahu daripada kepikiran berlama-lama.
Misalkan Senin siang kemarin itu. Bisa saja dengan cara yang lebih ”manusiawi”. Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa diberi kesempatan dulu untuk menyelesaikan paparan di pleno DPD.
Secarik memo berisi pesan telepon dari mensesneg itu cukup diberikan ke pimpinan sidang. Setelah membaca isinya pimpinan sidang minta agar Purbaya mempersingkat paparan.
Setelah paparan selesai barulah pimpinan sidang menyerahkan memo itu ke Purbaya. Isinya bukan pemberitahuan bahwa Purbaya diberhentikan tapi agar menkeu segera ke istana.
Paparan pun dipersingkat. Sidang ditutup. Purbaya bergegas ke istana: 30 menit bisa sampai di istana. Di situ Purbaya menemui mensesneg. Tidak akan makan waktu lama. Bisa hanya lima menit. Bisa langsung to the point: Presiden memutuskan mengangkat menteri keuangan yang baru menggantikan Anda. Cukup begitu. Lalu SK pemberhentian diserahkan.
Rasanya, biar pun pakai cara itu tidak akan menghambat penggantian. Paling hanya tertunda satu jam. Kesannya akan jauh lebih baik dari yang terjadi Senin lalu (baca komentar pilihan dari perusuh Disway Agus Soeryonegoro di bawah tulisan ini).
Tapi memang ”kesan” hanyalah sebuah basa-basi. Bangsa ini sudah terlalu gawat dalam berbasa-basi. Salam di awal pidato saja misalnya sampai tujuh macam. Bahkan sejak Presiden Prabowo menjadi delapan macam --ada salam ala Kristen dan ada salam ala Katolik. Semoga saja tidak ada tuntutan yang sama untuk membedakan salam Islam NU dan Muhammadiyah.
Tentu ini sebuah paradoks: dalam memberi salam begitu penuh basa-basi. Tapi dalam memberhentikan orang lewat telepon. Tidak ada yang salah. Masih lebih sopan dibanding beberapa laki-laki yang menceraikan istri lewat WA.
Kalau misalkan yang diberhentikan dengan cara itu adalah saya, saya pun bisa menerima. Saya anggap sama dengan diberhentikan dengan cara penuh basa-basi.
Purbaya mungkin juga punya perasaan yang sama. Purbaya kan lama tinggal di Amerika. Sudah biasa melihat kejadian seperti itu. Buktinya tidak ada reaksi yang berlebihan atas pemberhentiannya. Purbaya justru bisa menjadi menteri keuangan yang sebenarnya setelah diberhentikan: sangat pelit bicara.
Yang menarik justru sebuah akun fanbase Purbaya yang viral di medsos. Singkat. Abu-abu. Sulit ditafsirkan arahnya. Tapi ada kandungan lucunya yang menjadi gaya khas Purbaya selama menjadi menteri.
Sore itu akun fanbase itu posting wajah tersenyum Purbaya dalam baju batik dan celana hitamnya. Tanpa pidato. Tanpa ucapan kata-kata. Hanya ada teks tiga kata dalam captionnya: "Sudah siap belum?"
Ketika ada netizen yang bertanya apakah Purbaya sudah siap memberikan kejutan, reaksinya juga sulit ditafsirkan. Akun itu hanya menjawab dengan enam huruf: hehehe.
Satu-satunya yang bisa ditafsirkan adalah suara background musik di balik medsos itu: lagu Wasap Mamen dari penyanyi Djuamputh dan Andi Mbendol.
Lagu itu memang lagi hype belakangan ini --meski saya sendiri baru tahu setelah dijadikan ilustrasi postingan Purbaya. Saya pun tidak tahu siapa DJuamputh dan Andi Mbendol.
DJuamput sangat mirip dengan bunyi sumpah serapahnya Arek Suroboyo. Mbendol juga dekat dengan istilah Jawa ”mbendol mburi”: kelihatannya gampang di awal ternyata penuh persoalan di bagian akhirnya.
Nama asli Andi Mbendol adalah Rizky Andi Putra. Anak Yogyakarta ini memang kreatif. Lagu ciptaannya banyak, umumnya remix koplo Jawa. Misalnya Tresno Tekane Mati, Ayang Ayang, Minggato, Lalekno Aku, dan Maturnuwun.
--
Dari background lagu Wasap Mamen tidak bisa diterjemahkan apa maksudnya. Ups... Ada. Sedikit. Saya cari teks lagu DJuamput itu: "Jane pengen sambat karo kancaku, tak rewangi mburuh nganti raono wektu”.
Artinya dalam. Anda sudah tahu: "Sebenarnya ingin curhat kepada temanku, saya belain menjadi buruh sampai tidak punya waktu".
Teks berikutnya dari lagu itu: "Wes rausah kakean protes, maju terus”. Artinya: Sudahlah tidak perlu terlalu banyak protes, maju terus".
Kalau itu cermin sikap pribadi Purbaya, maka berarti Purbaya sudah bisa menerima pemberhentiannnya itu. Tapi apa makna ”maju terus”. Tidak ada yang tahu.
Kemunculan kedua Purbaya terjadi keesokan harinya: di acara serah terima jabatan. Purbaya tidak mau membacakan teks pidato yang sudah disiapkan --tapi itu sudah jadi kebiasaan lamanya: tidak bermakna apa-apa. Ia hanya pidato singkat mengucapkan terima kasih. Selebihnya diserahkan sepenuhnya kepada menkeu yang baru: Prof Dr Suahasil yang selama ini menjadi wakilnya.
Meski tidak tahu arahnya postingan satu-satunya fanbase Purbaya "sudah siap belum?" itu disambut hangat. Hanya dalam beberapa jam sudah dibaca oleh 4 juta orang. Yang berkomentar pun hampir 20.000 orang. Itu mencerminkan daya tarik Purbaya.
Di mata publik Purbaya tetaplah orang yang jujur, bisa dipercaya, bersih, tidak korupsi dan tidak hedon. Pun istri dan keluarganya. Maka tidak ada aib apa-apa yang harus dipikul Purbaya meski pun ia diberhentikan mendadak.
Apalagi kalau penyebab pencopotan itu ternyata bukan pertumbuhan ekonomi dan bukan pula Danantara: melainkan karena kalah adu kuat dengan dua dirjennya: dirjen pajak dan dirjen bea cukai. Kalau itu yang terjadi lepas siapa yang salah-benar, Purbaya kian dapat nama. (Dahlan Iskan)
Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 15 September 2026: BACA JUGA:Teknokrat Plus
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
TEKNOKRAT PLUS, ATAU TEKNOKRAT + POLITISI? Menarik kalimat Prof Rachbini: Yang diperlukan sekarang bukan sekadar teknokrat. Tetapi teknokrat-politisi. Saya jadi ingat istilah matematika. Teknokrat itu harus tetap punya tanda “=”. Tidak boleh berubah menjadi “≈” hanya karena berhadapan dengan kekuasaan. Tetapi politik memang tidak sesederhana rumus. Presiden punya target. Menteri punya perhitungan. Rakyat punya kebutuhan. Pasar punya reaksinya sendiri. Di sinilah “iya, iya, tapi tidak iya” menjadi seni. Bukan seni mengatakan tidak. Melainkan seni membuat atasan akhirnya bersedia mengatakan iya kepada sesuatu yang semula ingin ditolak. Sri Mulyani tampaknya pernah menguasai seni itu. Prof Sua kini mendapat kesempatan mempraktikkannya. Tantangannya berat. Bunga utang saja ratusan triliun. Presiden ingin serba besar dan serba cepat. Menteri harus menginjak rem, tetapi jangan sampai terdengar seperti suara rem. Mungkin itulah bedanya teknokrat dengan teknokrat-plus. Yang pertama menguasai ilmu. Yang kedua menguasai ilmu sekaligus membaca manusia. Dan ilmu membaca manusia itu, benar kata Prof Rachbini, agaknya memang tidak diajarkan di Harvard. Universitas Kehidupan lebih pelit memberi ijazah. Tetapi ujiannya setiap hari.
djokoLodang
-o-- Lentur Mentul Lentur dan mentul sering digunakan untuk menggambarkan sifat benda yang elastis, tetapi keduanya memiliki fokus makna dan konteks penggunaan yang berbeda. ~ lentur: mudah ditekuk atau dibengkokkan tanpa patah atau rusak. contoh benda: penggaris plastik, ranting pohon muda, ~ mentul: memiliki efek membal, memantul, atau kenyal saat ditekan atau diberi beban. contoh benda: kasur busa, per/pegas. *) Ada parikan bahasa jawa yang menarik. ~ Pring mentul pucuk, kalajengking ngentup ... ("titik-titik"). Anda bisa mengisi titik-titik itu? --0-
Kalender Bagus
Saya kira artikel hari ini akan bagaimana bagaimana, tapi sepertinya lentur untuk cari aman.
Momon Atun
Sebelum ada mbg sekolah anak saya dengan iuran makan siang 15k saja (melalui dapur sekolah) makananya enak + snack.. Pas pemerintah luncurkan program mbg saya pikir skolah dapat suntikan lagi dana 15k/siswa.. Wah makanya lbih enak ini. Ternyata ekspektasi meleset, mbg di suplay dr dapur entah dimana, dapur sekolah di paksa tutup. Makanya malah turun standar, mana ada resiko keracunan (dan memang banyak yg keracunan akhirnya) anak juga kadang gk cocok gak di makan, siang gk makan jadinya, belum lagi ini MBG gk mengakomodir yg anak anak alergi, pukul rata saja.. Hadewh kok jadi begini, anehnya sekolah gak boleh nolak harus trima MBG mau dimakan apa dibuang terserah. Skrng dapur sekolah di hidupkan lagi, wlw tetap di suplay MBG.. Yah bgt lebih baik, drpd resiko anak anak keracunan. Anda anda (pendukung MBG) yg anaknya belum keracunan gampang saja berkicau, tapi cobalah rasakan jadi ortu yg anaknya keracunan.. Ingin kali pukulan tangan ini meninju sinpenanggung jawab.. (Tentu ini hanya keinginan mana berani kita? Wkwk)
Wilwa
Kalau mau diterjemahkan dalam bahasa paling menusuk hati sbb: 1) kapitalis ya kapitalis tapi jangan bikin yang miskin makin miskin dan yang kaya makin kaya, juga jangan merusak bumi, hutan, lautan, dan kekayaan alam hanya demi cuan segelintir homo sapien. 2) Agamis ya agamis tapi jangan kemudian intoleran, radikal, ekstrem, dan suka meneror. 3) Sosialis ya sosialis tapi jangan jadi Komunis satu partai politik dan anti parpol lain, anti demokrasi, bahkan anti agama atau anti tuhan atau anti budaya lokal seperti yang dilakukan Stalin atau Mao. 4) Nasionalis ya nasionalis tapi jangan fasis seperti Hitler atau Mussolini. Yang terjerat kejayaan masa lalu bangsanya lalu mencoba menjajah bangsa lain persis seperti yang dilakukan Trump atau Netanyahu masa kini yang membuat civil religion alias nationalism menjadi buruk namanya. 5) Demokrasi ya demokrasi tapi jangan sampai menjadi plutokrasi yang mana pejabatnya hanya memikirkan kantong sendiri seperti di negeri wanipiro yang korupsinya sudah akut. 6) silahkan tambah sendiri untuk “begitu ya begitu tapi jangan begitu”.
Wilwa
Universitas Kehidupan Orang Jawa. Hmmmm. Ngono ya ngono mung ojo ngono. Begitu ya begitu tapi jangan begitu. Itu filosofi orang Jawa yang paling unik dan khas. Semacam kearifan atau wisdom tersendiri. Yang berusaha memoderatkan segala sesuatu. Mengambil jalan tengah dari segala sesuatu. Tapi di sisi lain seolah bersikap ragu atau bersikap sopan ketika berhadapan muka dan membangkang ketika tak berhadapan muka. Yang kemudian distigma sebagai kemunafikan alias hipokrisi.
Hasyim Muhammad Abdul Haq
Setelah dilantik, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa sesumbar dengan mengatakan bahwa Indonesia akan kembali cerah dalam waktu 2 sampai 3 bulan. Seharusnya pejabat atau Menteri harus berani sesumbar seperti itu supaya kita bisa menilai kerjanya. Coba bayangkan andai semua menteri berani seperti ini, kita rakyat tinggal menagih sesumbarnya saja nanti jika omongannya tak terbukti. Sekarang terbukti di Purbaya. Sesumbarnya tak terbukti. Makanya 1-2 bulan terakhir wajahnya sudah terlihat lemah letih lesu karena faktanya Indonesia tak kunjung cerah setelah ia menjabat selama serahun. Ketika sekarang ia dipecat Presiden, ya wajar, karena ia terbukti tak bisa mewujudkan sesumbarnya. Menurut saya, Menteri lain tidak dipecat bukan karena kerjanya lebih baik dari Purbaya, tapi memang tidak punya target yang bisa diukur mereka berhasil atau tidak. Nah, bagaimana kalau semua Menteri harus menyampaikan sesumbarnya di depan publik supaya ketahuan sebenarnya mereka bisa bekerja atau tidak.
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
PURBAYA: SENYUMNYA MELAWAN ANGKA? Selama pak Purbaya menjadi Menkeu, kita seringbmendapat hiburan baru. Ia bicara apa saja sambil tersenyum. Ditambah: 1) Yakin. 2) Ringan. 3) Ceplas-ceplos. Seolah ekonomi bisa ditaklukkan dengan keberanian. Seakan Menku lama keliru. Wartawan suka. Kamera suka. Media pun punya bahan. Media darling? Boleh jadi. Tetapi ada benturan yang menarik. Senyum Purbaya adalah narasi. Angka adalah hakim. Narasi bisa meyakinkan. Angka tidak bisa dibujuk. Ia bisa mengatakan.. 1) Uang akan mengalir. 2) Pertumbuhan akan naik. 3) Ekonomi akan bergerak. Semuanya terdengar "seakan" masuk akal. Tetapi kemudian datang angka: Pertumbuhan, inflasi, rupiah, kredit, investasi, defisit. Di situlah "senyum" harus berhadapan dengan "kenyataan" ### Maka.. 1) Kalau angka membenarkan teorinya, senyum itu menjadi senyum kemenangan. 2) Kalau angka membantahnya, senyum yang sama berubah menjadi arsip sejarah. Sebab ekonomi tidak pernah memberi nilai karena pejabatnya percaya diri. Ekonomi memberi nilai setelah angka membuktikannya.
Ibnu Shonnan
Saya ngerti yang dimaksud Abah padanan bahasa Jawanya ungkapan "iya, iya, tapi tidak iya". Yaitu "ngunu ya ngunu, tapi ojo ngunu". Dari ungkapan itu, dalam konteks Presiden bisa : program KDMP tujuannya bagus untuk menguatkan dan mendongkrak ekonomi desa, tapi apakah harus serentak? MBG sebagai bentuk memenuhi janji politiknya juga bagus. Tapi, apakah harus untuk semua siswa? Dan seterusnya ..
Sadewa 19
Suahasil Nazara, kalau dalam bahasa Jawa, Su artinya baik, hasil (hasilnya akan baik), Nazara (dari Nazareth). Presiden Prabowo sepertinya ingat kisah seorang Nabi dari Nazareth yg pandai mengelola keuangan di saat krisis. Saat itu kekeringan parah sampai 7 tahun. Konon, hampir semua krisis diawali dengan kekeringan. Mirip kondisi sekarang. Semoga Prof Sua, seperti Nabi itu. Disaat paceklik tidak semakin mencekik. Rakyat tidak dibebani pajak yg membuat mereka menjerit. Salah satu nasehat Nabi itu justru untuk sang pemimpin. Agar pemimpin tidak foya foya. Agar lebih bijak. Tidak jalan jalan keluar negeri. Sampai separuh dunia. Konsumsi secukupnya - lunasi kewajiban - bangun dana cadangan - investasi - dan terus kembali lakukan seperti itu. Dan hasilnya Negara itu bisa melewati krisis yg mengerikan. Tuhan sampai mengabadikan dalam Al Quran, agar generasi setelahnya mau mengambil pelajaran.
Jokosp Sp
Semua orang yang waras tidak mungkin akan setuju ucapannya "Sampai akhir masa pemerintahan ini ekonomi akan tumbuh 8%". Dasarnya apa?. Hutang lebih tinggi daripada pendapatan negara. Kewajiban bayar hutang sudah 600 triliun. Negara dalam status sudah defisit anggaran. Penutupan defisitnya dari mana?. Dari hutang untuk menutupi hutang. Sudah tidak waras begini masih saja boros dengan program-program yang tidak mendatangkan benevit ke keuangan negara, sebaliknya malah membuat boncos keuangan negara. Yang begini masih diperparah dengan kasus-kasus korupsi di bawah kementerian keuangan (Bea Cukai dll). Bagaimana keuangan negara tidak boncos akibat pajak barang impor dan cukai yang harusnya masuk ke negara malah digarong pejabatnya. Pabrik banyak tutup dan angkat kaki dari Indonesia tidak ada solusi cerdasnya dari pemerintah. Akibatnya pengangguran membludak tidak terkendali. Antrian BBM sampai 2 km tiap hari tidak ada solusi. Contoh lainnya?. Itu embege. Dan Itu kadeempe. Apa pentingnya embege coba?. Apa kata emak-emak : Kami perlu makan 3x sehari, jadi tidak selesai dengan 1x sehari dapat jatah di sekolah. Anak saya tetap saja lapar paginya minta sarapan dan uang jajan. Juga sorenya. Saya tidak ingin diberi makan yang membuat hati ibu-ibu was-was takut keracunan. Anakpun tidak menghabiskan apa yang diberikan oleh embege. Kami emak-emak ini perlunya pekerjaan buat bapaknya anak-anak itu. Kami bisa memasakkan 3x sehari sesuai selera anak-anak kami. Mereka bisa mengabiskannya.
Lagarenze 1301
Santai Sejenak Kim Jong-un pergi berburu dan mengajak tiga menteri utamanya, yaitu Menteri Dalam Negeri, Menteri Pertahanan, dan Menteri Propaganda. Setelah beberapa saat berjalan, mereka melihat sekawanan bebek liar. Kim menoleh ke Menteri Dalam Negeri. "Tembak bebek itu!" perintahnya. Menteri Dalam Negeri mengangkat senapan, membidik, menembak, namun tak satu pun bebek yang kena. Kim menatapnya dengan mata melotot. Bebek itu mulai terbang menjauh. Kim menoleh ke Menteri Pertahanan. "Tembak bebek itu!" teriaknya. Menteri Pertahanan mengangkat senapan, menembak ke kawanan bebek, namun meleset. Kim menatapnya dengan marah. Ia meraih senapannya sendiri, mengangkatnya, menembak, namun sayangnya meleset juga. Seketika itu juga, Menteri Propaganda berteriak, "Lihat! Bebek mati terbang."
imau compo
Hari ini CHDI bilang menkeu harus sedikit atau tidak bicara, tapi sebagai manusia bicara bisa jadi pelepasan beban. Terlihat, mengambil alih utang KCIC menjadi utang negara begitu membebani PYS, sehingga keluar dalam candaannya.
Lagarenze 1301
Ini kiat pemerintah di Sulsel mengurangi antrean horor di SPBU. Hasilnya memang tokcer. Pada Selasa hari ini, tidak ada lagi antrean panjang di SPBU. *Pertama, siswa TK sampai SMA belajar daring. *Kedua, mahasiswa PTN dan PTS juga kuliah daring. *Ketiga, PNS kerja dari rumah (WFH). *Keempat, sistem ganjil genap untuk pengisian BBM di SPBU. *Kelima, SPBU hanya melayani kendaraan yang indikator fuel-nya tersisa satu bar. *Keenam, SPBU hanya melayani truk pada malam hari. *Ketujuh, di setiap SPBU berjaga polisi dan TNI. Sampai kapan? Belum tahu, mungkin hingga akhir pekan. Setelah itu apakah tidak akan terjadi antrean panjang lagi? Mari kita tunggu dan lihat.
Juve Zhang
Sambil maratahon lihat areal perkebunan luas terhampar tak diolah karena tak ada air....semua petani diam di rumah bengong menunggu hujan....air tak ada bahkan buat minum pun susah....rasanya terasa sekali kemiskinan yg menghimpit rakyat bawah....mereka tak bersemangat mengahadapi kemarau panjang ini mungkin tabungan semakin menipis atau sudah habis entahlah...yg jelas nasib pak Pur lebih baik dari petani miskin....minimal ada pensiunan Mentri....rakyat miskin sekarang bertambah miskin tanah pertanian jadi ladang tandus ingat lagu kemarau panjang betul betul kena.....rasan ya rakyat menderita sekali dengan kemarau panjang ini beda sama yg gajian bulanan kemarau pun tetap mengalir deras....mereka tak dipikirkan oleh pemimpin kita saking sibuknya mikirin populeritas nya anjlok hanya sesaat dibpuncak untuk kemudian turun ke jurang.....lebih berat kepala mikirin populeritas dibanding melihat rakyat miskin yg untuk minumpun saya lihat pake jeriken kecil ....oh derita kemarau memang bukan kaleng kaleng....
Beny Arifin
Rapor ekonomi Purbaya hari ini persis dengan hasil diskusi saya dengan chat GPT 1 tahun lalu. Saat Purbaya mau menggelontorkan 200T ke bank Himbara agar di salurkan sebagai kredit. Dengan Target pertumbuhan 6% di akhir 2026. Kesimpulannya : Perbaya tidak gagal (total). Hanya target 6% terlalu optimis bahkan bombastis. 200T kemarin itu mirip MBG dan KDMP saat ini. Rakyat pada posisi tidak (begitu) butuh. Tapi pemerintah datang dengan dana super jumbo dan berharap rakyat menyerap dan mengembangkan. Hasilnya mudah ditebak : zonk.
imau compo
Salah satu fungsi perusuh adalah koreksi. Sebelum PYS, ITB pernah kirim menkeu atas nama Bambang Subianto, yg bikin dollar kembali di bawah Rp. 6.000 (ada dalam berita waktu itu, tapi literatur mencatatnya sebagai Rp. 6.000-an). PYS ber-SMA di Regina Pacis Bogor, sama dengan BGS. Kebayang....satu SMA, satu PTN lantas masing-masing punya satu kementerian makanya sebegitu mudah PYS komen usulan kebijakan BGS yg mau naikkan pajak rokok. PYS lupa, dua kementerian tsb adalah kementerian besar dan penting. Jadi bukan hanya soal ceplas-ceplos yg jadi DNA-nya tapi alam bawah sadar yg tercetak sejak SMA. PYS gak usah kecewa berhenti setelah setahun menjabat, toh Bambang Subianto juga cuma setahunan. PYS berhenti setelah manjat batang pinang di atas 5 meter padahal belasan tahun sebelumnya setiap HUT kemerdekaan batang pinang hanya dipatok di 5,0 meter.
Wilwa
Begitu ya begitu tapi jangan begitu. Contoh penerapannya: 1) MBG ya MBG tapi jangan massive 80 juta orang sehingga APBN boncos, cukup 8 juta orang di daerah termiskin, terpencil,, terdepan, terluar, juga jangan malah meracuni orang, juga jangan dikorupsi kader parpol serta petinggi TNI/Polri. 2) KMP ya KMP tapi jangan top down dan massive serta seragam karena bikin boncos APBN dan rawan dikorupsi, dan juga jangan untuk mematikan koperasi yang sudah exist dan sukses atau jangan untuk mematikan minimarket yang sudah ada. 3) Danantara ya danantara untuk efisiensi/perampingan dan sinergi BUMN tapi jangan kemudian tidak transparan dan tidak diaudit serta dipakai sebagai alat politik atau sebagai “bancakan” politisi penguasa yang kini seolah tanpa oposisi. 4) silahkan beri contoh “begitu ya begitu tapi jangan begitu” yang lain.
Liam Then
Prof Ferry Latuhihin pernah memproyeksikan rupiah berpotensi menembus Rp22.000 per dolar pada Juli 2026, dengan skenario terburuk Rp22.000–Rp25.000. Juli dan Agustus sudah lewat. Rupiah ternyata masih di kisaran Rp17.600. Jadi setidaknya, proyeksi waktunya terbukti meleset cukup jauh. Banyak sekali komentar di medsos yang tidak setuju dengan gaya analisa Prof Ferry ini, yang terkesan sangat pesimistik pada analisanya. Sehingga kesannya menuang minyak ke atas api sentimen negatif. Bahkan ada yang sampai menuduh, Prof Ferry itu antek asing. Di sisi lain, bisa jadi ini memang gaya analitik beliau saja yang eksplosif. Sebenarnya ini bagus, wanti-wanti atau jaga-jaga konsekuensi terburuk dari kebijakan ekonomi nasional yang tidak hati-hati. Kalau tidak terjadi,yah syukur. Cuma jadi kepikiran. Prof Ferry ini apakah model ekonom yang akurasi analisanya kualitas top grade/akurat? Beliau pernah tepat prediksi Rupiah bakal capai 18.000. Di Barat "forecaster" ekonomi itu ada dicatat track recordnya, sangat rapi datanya , kemudian menjadi acuan level reputasi. Di kita sini, apakah ada hal serupa diterapkan? agar orang tidak lupa. pas benar = bangga. pas salah = dilupakan/mingkem.
budi santoso se
Disway hari ini ibaratnya kayak rujak. Kondimennya komplit. Ada sayur, buah, pun petisnya mantap. Tapi ngga pakai lombok. Sepo, gak pedes blas. Padahal bahannya sudah tersedia, wes cemepak. Bagaimana dramatisnya sang mantan Menkeu di copot. Lagi enak enak rapat, tahu tahu di kabari di copot. Tapi ini gak ulas blas karo Abah. Dungaren...Tapi karena aku seneng rujak yo wes ta emplok ae
Waris Muljono
Apapun itu purbaya sdh terlanjur punya fans. Beda dgn budi arie yg dulu jadi "public enemy". Budi arie dulu ketika diganti juga lagi rapat di dpr. Tapi public ngga ada yg belain prosedur penggantiannya. Publik malah senang. Beda sekarang ketika beredar video ketika purbaya sedang rapat di dpd. Ketika sedang paparan di stop pimpinan rapat spy angkat telp yg konon ternyata telp tsb adl kabar "pemecatannya". Maka fans Purbaya dan hater pemerintah menjadikan prosedur "pemecatan" ini utk membela purbaya dan menyerang pemerintah. Demikian juga sambutan yg meriah di kemenkeu pada suahasil. Purbaya sdh terlanjur dikenal publik sedang "bersih-bersih" di institusinya. Bbrp pekabat di djp dan beacukai diproses hukum. Maka sambutan meriah pada penggantian ini di respon publik dengan : bisa bebas lagi ya. Kembali ke setelan awal, dll. Pak Prabowo bener-bener bikin kejutan dan susah ditebak. Purbaya yang bbrp kali dia puji-puji dalam pidatonya, terkesan begitu dadakan diganti dgn gampangnya. Mentri kehutanan raja juli antoni, yg ga diajak ketika prabowo kunjungan ke kalimantan dan sumatra dlm rangka penanganan karhutla, malah aman-aman saja.
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
DETIK-DETIK PROKLAMASI, DETIK-DETIK RESHUFLE.. Senin, 14 September. 1) 10.00 WIB. Rapat Komite IV DPD dimulai. Purbaya masih Menkeu. Suasana normal. Tidak ada tanda-tanda reshuffle. 2) 14.10 WIB. Titik balik. Saat Purbaya sedang memberikan tanggapan, Ketua rapat mendapat pesan: Mensesneg meminta Purbaya segera mengangkat telepon. Disebut penting, terkait Presiden. Purbaya pun keluar ruangan. 3) Sekitar 14.30 WIB. Ia meninggalkan gedung DPD. Tidak kembali ke ruang rapat. Lalu semuanya bergerak sangat cepat. 4) 14.33 WIB. Kabar Suahasil akan menggantikannya mulai beredar. 5) 14.44 WIB. Suahasil tiba di Istana. 6) 15.00 WIB. Agenda pelantikan dimulai. ### Dalam waktu kurang dari satu jam, posisi Purbaya berubah total. Yang menarik bukan sekadar Purbaya pergi dari rapat. Telepon itulah titik baliknya. Beberapa menit sebelumnya ia masih menjelaskan APBN kepada para senator. Sesudah telepon itu, ia keluar. Dan ketika Suahasil masuk Istana, Purbaya sudah menjadi mantan Menkeu. Cepat. Sangat cepat.
Liam Then
Pak Prabowo sering sekali ke luar negeri. semoga ingat pepatah ini : "Air yang jauh tak bisa padamkan api yang dekat" kecuali mungkin pakai helikopter milik Jepang. semoga juga ingat, kadang dalam keluarga sendiri pun, bantu-bantu ada batasnya. Apalagi asing, aseng. Jadi lebih baik, fokus ke dalam negeri, perbaiki kinerja anak buah, sehingga kinerja pemerintah dijempol gede oleh mayoritas masyarakat. Ngetren di dalam negeri lebih berguna untuk periode ke-2 daripada dianggap kawan baik oleh sejawat di luar negeri. Lah iyah toh, kalo misalnya tak terpilih lagi di 2029? Pak Jinping, Putin, dan Modi, itu yang kemungkinan masih pasti akan njabat, mana bisa gampang ketemu mereka lagi? Jadi lebih baik fokus urusan domestik. Kuatkan ekonomi negara sendiri dulu, banyak kawan belum tentu banyak yang ikhlas berikan bantuan. contohnya Ukraina, karena ngebet banyak kawan ke block barat. Memang iyah jadi primadona, sangking ngebetnya sampai diserang Rusia. Kawan-kawannya marah toh, bantu dana, persenjataan. Tapi ternyata dianggap utang. Sudahlah negara hancur luluh lantak, bantuan kawan, berupa hutang yang ditagih di masa depan. Zaman sekarang mana ada yang cuma-cuma. BPJS saja, ndak bayar antrian tidak diterima.
Ella Wliet
Dilihat dari gaya kepemimpinan Prabowo, saya pikir akan sangat bagus dan serasi pas Purbaya ditunjuk jadi menkeu. Sama2 ceplas ceplos, (kelihatan tegas), dan pengen serba cepat. Ternyata semua itu malah jadi bumerang buat Purbaya. Saat Prabowo ke rusia, saya udah feeling "pasti" Prabowo akan "dikerjain lagi" sama US, dan trnyta malah lanjut ke forum BRICS, jelas pasti dikerjain setelahnya. Dan ternyata sepulang dari BRICS langsung memecat Purbaya. Jelas Prabowo kena tekanan dan jebakan, dari luar dan dalam, yg notabene orang2 sekitarnya yg memang dasarnya ruwet. Raut wajahnya jelas bgt tidak happy, ada banyak yg disembunyikan. Saya bukan fans Purbaya, bukan pula pembenci Prabowo, tp setidaknya Purbaya sudah membantu "menyelamatkan" Prabowo setahun ini. Dan Prabowo sepertinya tidak benar2 tau kebobrokan orang2 yg coba ditertibkan Purbaya. Tapi sebenernya gak juga sih, contohnya kepala bea cukai yg teman Prabowo sendiri, benarkah Prabowo gak tau? Hehehe... Ya begitulah..Prabowo punya gagasan besar, tapi orang2 disekitarnya banyak yg ruwet. Saat ada orang seperti Purbaya menertibkannya, trnyta Prabowo lebih (tertekan dan terancam) dan memilih mengamankan keruwetan itu. Setahun lalu, saat Prabowo dikerjain, sedikit banyak Purbaya udah membantu. Setelah ini, pasti dikerjain lagi. Semoga mimpiku tentang pesawat Prabowo yg jatuh, hanya sekedar mimpi. Meskipun banyak pertanda alam tentang banyaknya kapal yg karam di laut juga.. Tetap mendoakan kebaikan bagi negeri.
Em Ha
Selamat siang om Mario dan kenkawan rusuhwan. Bagi yang punya ambisi, jadi menteri itu seperti 'ngeger'. 'Ngeger' untuk jadi Presiden. Namanya pembantu Presiden. Harus siap dengerin kata-kata dan titah Bendoro (Presiden). Deretan nama nama Presiden RI yang pernah ngeger. Habibie, SBY dan Prabowo. Mantan sesuatu itu pernah hampir mau jadi Presiden. Setelah ngeger beberapa tahun. Entah kenapa tak kesampaian. Mungkin terlalu santun. Wallahu A'lam.
Juve Zhang
@wilwa.... Pyong Yang macet mobil berjubel kata turis Singapura....parkir susah....ciri ciri negara makmur kaya raya walaupun di boikot PBB...Rusia kena boikot 30 ribu sangsi malah tambah makmur .....Korut orang takut korupsi jadi duit semua kumpul mereka bangun resort mewah buat turis asing.... pokoknya negara bersih korupsi pasti makmur apalagi tetangga Korut Tiongkok Raja Duit.... kemakmuran rakyat Korut ditolong oleh Tiongkok yg membeli segala eskpor Korut plus suplai mobil listrik TV Segala elektronik.... Tiongkok itu sudah jadi ayah angkat Korut ....bukannya mati kelaparan malah jalanan Macet mobil berjumlah banyak utamanya mobil listrik Made in Tiongkok.....rakyat boleh beli plat mobilnya warna kuning....dalam 3 dekade Korut akan lebih kaya dari Indonesia....mereka meniru Tiongkok yg perlahan lahan rakyat di swasta kan....dan ingat dulu pun Indonesia lebih makmur dari Tiongkok tetapi sangat ketinggalan jauh sekarang 2026....Korut sama 3 dekade ke depan akan lebih makmur dari Indonesia..... sekarang saja sudah menggila ekonomi nya ....negara bebas korupsi....semua takut korupsi karena Mati Itu Final....gak ada Mati Dua Kali....
Bahtiar HS
Pencopotan Pak Purbaya dari jabatan Menkeu ini cukup beralasan dan melegakan kita semua. Awal2 kemunculannya mmg memberi harapan krn mendobrak bagaimana kebijakan ekonomi kita selama ini yg begini2 saja. Dg gaya koboinya, Purbaya menarik perhatian dan menjanjukan harapan banyak pihak. Terutama Presiden Prabowo tentu saja. Bgmn tidak? Dia optimis pertumbuhan ekonomi 2026 bisa 6%. 2027 7% dan 2028 8%. Tp semakin ke sini kenyataannya tdk semudah di atas kertas. Apalagi sekadar omon2. Gaya komunikasinya yg humoris, yg dulu kita senangi, lambat laun berubah. Dia pun tdk berubah, lagunya msh lagu lama. Humornya yg dulu segar, kini kian hambar. Bahkan akhir2 ini terasa nir etika. Tidak wise. Puncaknya saat Purbaya menyatakan utang Whoosh telah berhasil direstrukturisasi shg tenor pembayarannya diperpanjang sangat lama 80 tahun. Dg bgt, beban bayar tahunan negara jauh lebih ringan dan tersebar kisaran Rp1 T per tahun. Lalu Purbaya melontarkan gurauan spontan. "Berarti kan total utang besar, tapi di-stretch 80 thn sesdh direstrukturisasi. Cicilannya Rp1 T atau sedikit di bawah Rp1 T dari thn ke thn... (Tenor cicilan) 80 thn saya dengar kemarin, mknya hebat jg tuh. Iya kita sudah mati, santai saja." Lha itu sdh lompat pagar. Gak etis keluar dari mulut menkeu. Gaya komunikasi spontan alias "koboi" Spt inilah yg dinilai para analis jd salah satu pemicu goyahnya tingkat kepercayaan pasar (market confidence). Hanya berselang 6 hr kemudian, ia lalu dicopot. Mulutmu, harimaumu!
Liam Then
ide saya ini saya copy ke AI kemudian saya suruh cari titik lemahnya. Katanya, nanti produk alumunium Indonesia bakal kena bea carbon tax, karena pakai listrik dari batubara. Tapi selama ini, bukannya mayoritas pembangkit kita sudah batu bara di Jawa? Dan sebenarnya ini bukan masalah yang serius. Kebutuhan alumunium nasional kita selama ini sepertinya masih didominasi oleh impor. Jadi, produk dari megacluster ini, malah bisa tekan kebocoran devisa, supply kebutuhan domestik, dan negara ASEAN sekitar + China yang tidak terlalu sensitif pada aturan karbon. Belum lagi pasar India +Pakistan, Asia Tengah, dan Afrika secara keseluruhan. Lagipula, bauksit kita bukan seperti nikel yang menjadi cadangan terbesar dunia. Jadi aman saja sepertinya.
HONDA CBR150R
Yang mesti diganti tidak diganti malah dipelihara terus seperti ada kontrak politik. Hidup sawit. Jarak pandang di Pontianak dan Kuburaya tetap 400meter.
Wilwa
@Tivibox. Kalau menurut saya pribadi semua menkeu itu lebih pas diibaratkan sebagai back atau defender bukan striker. Purbaya itu menurut saya seperti Cucurella mantan pemain Barcelona yang kini membela Real Madrid yang rambut gimbalnya sangat unik itu, yang walau defender tapi suka menjelajah jauh ke depan, menjelma menjadi winger bahkan striker! Itulah Purbaya. Bikin coach Wowo yang awalnya kagum malah pening sendiri karena Purbaya terlalu agresif dan suka melawan perintah dan ceplas ceplos.
Tivibox
Ganti menteri ternyata semudah mengganti pemain dalam pertandingan sepak bola. Posisi Purbaya sungguh vital. Dia adalah salah satu ujung tombak/striker yang bertugas menggolkan program sang Coach. Utamanya adalah em be ge dan ka de em pe. Keduanya merupakan taktik unggulan versi Coach Prabowo. Strategi yang tidak berjalan mulus. Bahkan terkadang blunder. Banyak penonton berteriak mencemooh taktik sang pelatih. Tetapi, rupanya Coach merasa Purbaya bermain tidak dalam performa terbaiknya. Padahal dari segi skill bermain tidak diragukan. Maka di menit-menit awal terpaksa pergantian pemain dilakukan. Penggantinya, Suahasil bukanlah striker murni, tapi gelandang yang bermain di belakang penyerang. Tugasnya memberikan assist. Sekarang posisinya digeser menjadi striker murni. Apakah akan terjadi gol ? Ya ndak tahu kok tanya saya.
Rahma Huda Putranto
Usul, Abah DI. Jika ada Universitas Kehidupan Orang Jawa, maka saya usul 1 Mata Kuliah Umum (MKU)-nya. Yaitu filosofi "Nggah-Nggih Ora Kepanggih".
Echa Yeni
Iya tidak iya itu mungkin sprti saia. Iyo ndak iyo iku meh podo karo, "Anu,ora. Ora anu,yo 0ra". So!! Sprti gj diatas 67. Jelas,ora. Ora jelas,yo ora.
DeniK
China : tak peduli kucing itu hitam atau putih yang penting bisa tangkap tikus . Homeland : kalau ada kucing menganggu tikus , kucing nya yang di ganti . Lebih bagus pilih kucing angora bulunya bagus , penurut dan alergi sama tikus . Yang penting Tuan nya senang .