JAKARTA, DISWAY.ID– Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (Zulhas) tak masalah jika besaran ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) diubah menjadi sebesar 5 persen.
Namun, dia menekankan bahwa penetapan angka tersebut harus melalui kesepakatan bersama antarpartai.
Zulhas mengatakan PAN akan mengikuti hasil musyawarah dan mufakat bersama partai-partai dalam koalisi, termasuk Gerindra.
BACA JUGA:Rela NasDem Tak Lolos Parlemen, Surya Paloh Usul Ambang Batas PT 7 Persen di Revisi UU Pemilu
"Ya. Kita kan koalisi ya, dengan teman-teman Gerindra dan lain-lain. Kita yang penting musyawarah mufakat. Ya," kata Zulhas, Minggu, 20 September 2026.
PAN Kedepankan Prinsip Kekeluargaan dan Gotong Royong
Menurut Zulhas, PAN merupakan partai yang mengedepankan prinsip kekeluargaan dan gotong royong. Karena itu, PAN tidak mempermasalahkan berapa pun besaran PT yang nantinya disepakati bersama.
"Kita ini kan kekeluargaan gotong royong, apa saja kalau disepakati kami ikut. Termasuk soal PT kami ikut. Tapi harus ada kesepakatan bersama. Itu aja. Itu yang paling penting ya," ujarnya.
Gerindra: Pertemuan Ketum Parpol Masih Brainstorming
Sebelumnya, Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menegaskan pertemuan para ketua umum (ketum) partai politik terkait pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu baru sebatas brainstorming.
BACA JUGA:Bahlil Bicara Ambang Batas Parlemen, 5 Persen Disebut Angka yang Ideal
Dasco mengatakan, pertemuan tersebut dilakukan untuk membahas persiapan pembahasan RUU Pemilu yang nantinya akan dilakukan oleh masing-masing fraksi di DPR.
"Jadi pertemuan para ketum parpol itu hanya baru brainstorming mengenai persiapan pembahasan undang-undang pemilu yang akan dilakukan oleh fraksi-fraksi di DPR," kata Dasco, Kamis, 17 September 2026.
Menurutnya, pembicaraan tersebut masih berada pada tahap awal dan akan terus dilanjutkan seiring dengan proses pembahasan RUU Pemilu. Hal itu dilakukan agar pembahasan di tingkat fraksi DPR dapat berjalan dengan lancar.
"Brainstorming itu baru dalam tahap awal dan akan terus berlanjut agar kemudian pembahasan fraksi-fraksi di DPR dapat berjalan lancar," ujarnya.