JAKARTA, DISWAY.ID-- PDI Perjuangan (PDIP) mengusulkan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) sebesar 6 persen untuk Pemilu mendatang.
Ketua DPP PDIP Said Abdullah mengatakan angka 6 persen dinilai paling ideal berdasarkan kajian dan pengalaman pelaksanaan pemilu sebelumnya.
BACA JUGA:PKN Curiga Ada Skenario Suksesi di Balik Polemik Ijazah Gibran
"PDIP Perjuangan dari awal memang inginnya 6 persen. Ideal lah," kata Said, Kamis, 24 September 2026.
Said menjelaskan usulan tersebut mempertimbangkan kondisi masyarakat Indonesia yang beragam sekaligus kebutuhan untuk menyederhanakan jumlah partai politik di parlemen.
"Berangkat dari berbagai pengalaman dari setiap pemilu, 6 persen itu yang paling ideal untuk ukuran kultur kita, kebhinekaannya, kemudian penyederhanaan partai politiknya, efektivitasnya pasti," ujarnya.
BACA JUGA:Hasil Final Asian Games 2026, Indonesia Raih Emas Perdana dari Bulutangkis
Menurut Said, angka tersebut berbeda dengan usulan sejumlah pihak yang menginginkan ambang batas parlemen lebih tinggi.
Ketua Banggar DPR RI ini menyebut menyebut Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh sebelumnya mengusulkan angka 7 persen dengan pertimbangan menyaring jumlah partai politik.
"Yang pertama kalau tidak keliru ya minta 7 persen Pak Surya Paloh. Iya dong. 7 persen karena ingin menyeleksi partai-partai," kata Said.
BACA JUGA:Polisi Selidiki Pencurian di Kantor Baznas Depok, Pintu Dijebol dan 6 Perangkat Elektronik Raib
Said memastikan angka 6 persen akan menjadi usulan resmi PDIP dalam pembahasan parliamentary threshold.
"Iya akan jadi usulan resmi PDIP Perjuangan 6 persen," ungkapnya.