Menlu: Prabowo Setujui Bantuan Luar Negeri Atasi Karhutla di Indonesia

Kamis 15-10-2026,20:33 WIB
Reporter : Anisha Aprilia
Editor : M. Ichsan

JAKARTA, DISWAY.ID-- Menteri Luar Negeri Armanatha Nasir mengatakan Presiden Prabowo Subianto menyetujui tawaran bantuan dari sejumlah negara tetangga untuk menangani karhutla di Indonesia.

Ia mengatakan bantuan tersebut tengah memasuki proses pembahasan teknis.

BACA JUGA:PB ESI Resmi Dilantik untuk Periode 2026–2030, M. Herindra Fokus Perkuat Esports Indonesia

“Bantuan yang ingin diberikan oleh negara-negara tetangga itu sudah dibahas, dan itu sekarang dalam proses. Bapak Presiden juga sudah menyampaikan persetujuannya, dan ini sudah dalam proses pembahasan di level teknis,” kata Armanatha kepada wartawan, Kamis, 15 Oktober 2026.

Tata, sapaannya, menjelaskan pembahasan teknis terkait bantuan tersebut dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Dia menegaskan penanganan kabut asap menjadi perhatian serius Presiden Prabowo. Arahan Presiden, kata dia, telah diberikan secara tegas untuk memastikan persoalan tersebut segera ditangani.

BACA JUGA:Kasatgas Tito: Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sektor Kesehatan Sumatera Capai Progres Signifikan

Menurut Armanatha, Indonesia telah mengerahkan sekitar 60 ribu personel di enam provinsi untuk menangani persoalan tersebut.

Pemerintah juga mengerahkan berbagai aset, termasuk helikopter dan pesawat, untuk mendukung upaya pemadaman melalui pengeboman air (water bombing) dan modifikasi cuaca.

“Langkah-langkah Indonesia yang telah dilakukan selama ini sangat kuat. Ini menunjukkan komitmen kita untuk segera menyelesaikan masalah ini,” ujarnya.

BACA JUGA:Soal Status Bencana Karhutla, Kepala BNPB: yang Terpenting Kecepatan Respons

Meski demikian, Tata mengakui penanganan kabut asap menghadapi tantangan besar, terutama akibat faktor cuaca. Dampak kabut asap di wilayah terdampak juga menjadi perhatian utama pemerintah.

Karena itu, pemerintah terus mengupayakan penanganan secara maksimal, sembari membahas tawaran bantuan negara-negara tetangga melalui mekanisme teknis yang dikoordinasikan BNPB.

"Kenapa ini menjadi perhatian yang sangat tinggi Bapak Presiden, dampaknya juga sangat besar di di kawasan-kawasan yang terkena kabutlah ini, gitu ya. Jadi itu juga menjadi perhatian," imbuhnya.

Kategori :