Dari sisi penyediaan, realisasi Rp9,46 triliun kepada 3.883 debitur (52,97 persen target), mencakup pengembang perumahan Rp5,47 triliun, pedagang bahan bangunan Rp2,94 triliun, dan penyedia jasa konstruksi Rp1,06 triliun.
Menteri Maruarar meminta bank Himbara, BPD, dan bank swasta meningkatkan kontribusi penyaluran KUR Perumahan. Perluasan partisipasi perbankan menjadi kunci memperbesar akses pembiayaan bagi masyarakat, termasuk pekerja informal.
“KUR Perumahan adalah instrumen vital menuju target besar Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Perbankan swasta dan BPD harus mengambil peran lebih besar, tidak hanya bertumpu pada Himbara,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya optimalisasi skema penjaminan dan subsidi suku bunga pemerintah untuk memperluas akses KUR Perumahan. BRI mencatat tambahan plafon kredit Rp8 triliun sehingga total plafon 2026 mencapai Rp16 triliun. BTN telah menyalurkan Rp6,03 triliun kepada 9.123 debitur. BPD Jawa Tengah merealisasikan Rp1,39 triliun atau 92,48 persen dari targetnya.
Menteri PKP menekankan sinergi seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemilihan lokasi yang tepat agar akses masyarakat terhadap program berjalan efektif.
“Kita harus punya kemampuan problem solver yang tinggi dalam menyediakan pelayanan yang terbaik untuk rakyat dengan sinergi superteam bersama seluruh ekosistem perumahan,” tegasnya.