Kadin Ingatkan Risiko Volatilitas Global dan Perubahan Iklim, Ancam Perekonomian

Kamis 22-10-2026,17:10 WIB
Reporter : Bianca Khairunnisa
Editor : Khomsurijal W

JAKARTA, DISWAY.ID– Risiko volatilitas global dan dampak perubahan iklim masih mengintai laju perekonomian Indonesia menjelang akhir 2026. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyoroti ancaman tersebut sebagai bagian dari global risk yang semakin nyata.

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menyampaikan bahwa badai global competitiveness index atau global risk dari World Economic Forum semakin sering dihadapi. Risiko utama meliputi geopolitik dan perubahan iklim.

“Nomor satu adalah geopolitik, nomor dua adalah ini climate change. Nah ini yang tadi saya bicara tadi, karena daya saing kita harus ditingkatkan karena negara-negara tetangga kita itu jauh lebih kompetitif,” jelas Anindya kepada media saat menghadiri press conference menjelang Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin Indonesia, Kamis, 22 Oktober 2026.

BACA JUGA:IHSG Buka Perdagangan Menguat 0,22% ke 5.339,95, Indeks LQ45 ke Zona Hijau

Untuk menghadapi kondisi tersebut, Anindya menekankan pentingnya memperkuat investasi sekaligus mendongkrak pasar dalam negeri. Kebijakan yang mendukung kenaikan konsumsi domestik dinilai krusial.

“Kita berharap kebijakan kita bisa membantu konsumsi domestik ini naik. Karena sampai kapanpun kita berdagang ke dalam negeri, kalau konsumsi domestiknya lemah kan sulit,” ujar Anindya.

Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi, Komunikasi, dan Pemberdayaan Daerah Kadin Indonesia Erwin Aksa menambahkan bahwa fokus pada peningkatan ekspor dan kekuatan cash flow perusahaan juga diperlukan agar usaha dapat berkelanjutan.

“Kalau sudah ekspor dan juga fokus kepada kekuatan cash flow perusahaan supaya bisa lanjut,” ucap Erwin.

Ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas dan pertumbuhan di tengah berbagai gangguan pasar.

“Kita boleh bicara macam-macam, banyak sekali noise di market, tapi kita punya stability dan kita punya growth, nah ini yang kita mesti jaga terus. Dan ujungnya kalau kita mau kompetitif kan harus ada targetnya,” tutupnya.

BACA JUGA:Kabar Baik! BI Perpanjang DP Rumah dan Kendaraan 0 Persen hingga Akhir 2027, Ini Syaratnya

Penguatan ketahanan ekonomi nasional menjadi perhatian bersama. Indonesia yang berada di jantung Ring of Fire menempatkan negara pada posisi berisiko, terutama di bidang energi dan hilirisasi. Kerja sama antarlembaga maupun antardaerah dinilai sangat diperlukan untuk mencapai target tersebut.

Kategori :