Kadin Jadikan Penguatan Perdagangan Internasional sebagai Target Kerja 2027
Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Luar Negeri Kadin Indonesia Bernardino M. Vega-Bianca-
JAKARTA, DISWAY.ID– Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjadikan penguatan perdagangan internasional sebagai salah satu target kerja tahun 2027. Langkah itu untuk mendukung perdagangan nasional melalui investasi, kerja sama regional, dan diplomasi ekonomi.
Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Luar Negeri Kadin Indonesia Bernardino M. Vega mengatakan Kadin tengah menyusun strategi baru dalam program kerja tersebut.
“Kita membicarakan mengenai mungkin adanya kita bisa melakukan beberapa strategi-strategi baru dalam laksanakan program kerja kita,” ucap Bernardino kepada media di Jakarta, Selasa, 20 Oktober 2026.
BACA JUGA:Kadin Gelar Forum Bisnis Indonesia-Rusia, Target Gandakan Nilai Perdagangan
Ia menyoroti dampak gejolak geopolitik terhadap perekonomian. Indonesia dituntut merespons secara tepat dan efektif melalui penguatan kerja sama antarangara yang terstruktur, terorganisir, dan konsisten.
“Sehingga walaupun begitu bergejolak situasi dunia pada saat ini, hubungan internasional Indonesia dengan blok-blok dunia yang besar itu adalah sangat-sangat baik,” tegas Bernardino.
Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia James T. Riady menilai teknologi dan perjanjian dagang dari berbagai negara, khususnya Amerika Serikat dan China, membuka peluang investasi hingga miliaran rupiah.
“Jadi kita jangan cuma melihat masalah-masalah. Kita tidak buta dengan tantangan-tantangan, namun kita juga melihat potensinya itu luar biasa dan yang sedang berjalan juga cukup baik,” pungkas James.
Ia menyoroti Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Perjanjian itu dinilai sebagai terobosan penting, bukan hanya soal penghapusan tarif, melainkan bagaimana mengidentifikasi 100 perusahaan Indonesia, produk, pasar, dan standar yang harus dicapai.
BACA JUGA:Indonesia Jadi Tuan Rumah Perdana FIA Rallycross World Cup 2026 di Ancol
Sebelumnya, Kadin mendorong kerja sama perdagangan, investasi, teknologi, dan pembangunan berkelanjutan melalui IEU-CEPA.
Perjanjian tersebut diharapkan menjadi perubahan struktural bagi pasar Indonesia-Eropa, termasuk penghapusan sekitar 98,5 persen tarif Indonesia terhadap barang Uni Eropa, pembukaan akses jasa komputer dan telekomunikasi, serta penguatan perlindungan hak kekayaan intelektual.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: