JAKARTA, DISWAY.ID – Dompet digital semakin melekat dalam aktivitas keuangan masyarakat Indonesia. Bukan hanya untuk membayar belanja, layanan ini juga dimanfaatkan untuk transfer uang, membeli pulsa, paket data, token listrik, hingga mengakses fasilitas kredit digital.
Namun, kemudahan transaksi bukan satu-satunya pertimbangan konsumen dalam memilih dompet digital. Efisiensi biaya, ketersediaan promosi, fleksibilitas sumber dana, serta manfaat yang dirasakan dalam transaksi sehari-hari turut menentukan pilihan mereka.
Hal tersebut terungkap dalam riset MarkPlus bertajuk E-Wallet Research 2026: Usage Behavior & QRIS Landscape. Riset yang melibatkan 400 responden dari berbagai kota di Indonesia itu memetakan perilaku penggunaan dompet digital, preferensi merek, fitur transaksi, serta faktor yang memengaruhi keputusan konsumen.
Dari riset MarkPlus, ada dua e-wallet atau dompet digital yang paling sering digunakan masyarakat Indonesia. Posisi pertama ditempati aplikasi ShopeePay dengan 40 persen responden. Posisi kedua yang tak kalah jauh ada GoPay dengan 34,3 persen. Berikutnya baru ada DANA (15,3 persen) dan OVO (1,8 persen).
ShopeePay dan GoPay juga saling bersaing pada indikator rekomendasi konsumen. ShopeePay memperoleh persentase 38 persen, disusul GoPay sebesar 35,5 persen, DANA 13,8 persen, LinkAja 2,5 persen, dan OVO 1,8 persen.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa penggunaan rutin dan kesediaan konsumen merekomendasikan layanan menjadi dua indikator penting dalam persaingan dompet digital.
Konsumen tidak hanya mempertimbangkan kemudahan bertransaksi, tetapi juga manfaat yang membuat mereka bersedia menyarankan layanan tersebut kepada keluarga maupun teman.
Chief Marketing Officer MarkPlus Corp (MCorp) Yosanova Savitry mengatakan, ekspektasi konsumen terhadap layanan dompet digital terus berkembang seiring dengan semakin luasnya penggunaan pembayaran digital.
Kemudahan dan kecepatan transaksi tetap menjadi faktor penting. Namun, konsumen juga mengharapkan fleksibilitas layanan dan manfaat finansial yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Menurut Yosanova, penyedia dompet digital perlu memahami perubahan preferensi tersebut dan secara konsisten menghadirkan pengalaman transaksi yang relevan, mudah diakses, serta menguntungkan. Langkah itu penting untuk mempertahankan daya saing sekaligus membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen.
BACA JUGA:GoPay Permudah Masyarakat Investasi Emas Digital Mulai Rp1.000
QRIS Jadi Fitur Paling Banyak Digunakan
Dalam riset MarkPlus, pembayaran melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) menjadi fitur dompet digital yang paling banyak digunakan. Sebanyak 85,3 persen responden memanfaatkan QRIS untuk bertransaksi.
Fitur transfer uang ke rekening bank atau sesama dompet digital berada di urutan berikutnya dengan 77,3 persen. Setelah itu, terdapat belanja daring sebesar 70,8 persen dan pembelian produk digital sebanyak 69 persen.
Data tersebut menggambarkan luasnya fungsi dompet digital dalam memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat, baik secara daring maupun langsung di toko atau merchant.
Di antara responden yang sering menggunakan QRIS, kemudahan dan kecepatan transaksi menjadi pertimbangan utama dalam memilih dompet digital. Faktor ini disebut oleh 80,8 persen responden.