Riset MarkPlus: ShopeePay-GoPay Jadi E-Wallet Paling Sering Digunakan di Indonesia

Sabtu 24-10-2026,15:07 WIB
Reporter : Gunawan Sutanto
Editor : Tommy

ShopeePay tercatat sebagai dompet digital yang paling sering digunakan untuk pembelian produk digital, dengan persentase 39,5 persen responden.

Temuan ini memperlihatkan bahwa pertimbangan harga memiliki peran penting dalam pemenuhan kebutuhan digital sehari-hari. Penghematan dari pembelian rutin, seperti pulsa dan paket data, dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Selain harga, proses pembelian yang mudah dan praktis juga membantu konsumen memenuhi kebutuhan produk digital tanpa harus melalui tahapan transaksi yang rumit.

Dengan semakin beragamnya layanan yang tersedia, penyedia dompet digital perlu memastikan bahwa harga dan pengalaman transaksi yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan konsumen.

BACA JUGA:Permudah Layanan Haji, BPKH Hadirkan 5 Fitur Baru di BPKH Apps dari e-Wallet Haji hingga Tanya Haji

Promosi ShopeePay-GoPay Dianggap Paling Menarik

Di tengah persaingan antarlayanan pembayaran digital, promosi masih menjadi salah satu faktor yang menarik minat konsumen. Penawaran cashback, pembebasan biaya transfer, dan potongan harga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menghemat pengeluaran ketika bertransaksi.

Namun, daya tarik promosi tidak hanya ditentukan oleh besarnya potongan atau keuntungan sesaat. Relevansi penawaran dengan kebutuhan sehari-hari juga memengaruhi nilai yang dirasakan konsumen.

Yosanova Savitry mengatakan, promosi perlu memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan agar dapat mendorong penggunaan rutin.

Menurutnya, penyedia dompet digital perlu menawarkan lebih dari sekadar promosi sesaat. Penghematan yang konsisten, disertai layanan yang praktis dan dapat diandalkan, dapat membantu membangun preferensi konsumen dalam jangka panjang.

Dalam indikator merek yang dinilai paling banyak menawarkan promosi, ShopeePay kembali menempati posisi pertama dengan persentase 56,8 persen. GoPay berada di posisi berikutnya dengan 33,5 persen, disusul DANA sebesar 4,8 persen dan OVO sebesar 2 persen.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa persepsi konsumen terhadap penawaran promosi menjadi salah satu aspek persaingan layanan dompet digital. Meski demikian, keberlanjutan penggunaan juga berkaitan dengan manfaat yang dirasakan dalam transaksi sehari-hari.

Penggunaan Kredit Digital dan PayLater

Riset MarkPlus tidak hanya memetakan perilaku penggunaan dompet digital, tetapi juga meneliti pemanfaatan layanan kredit digital di antara responden.

Hasilnya, sekitar 86,5 persen responden menyatakan pernah menggunakan fitur kredit digital. Dari kelompok tersebut, sebanyak 90,8 persen mengaku pernah menggunakan layanan PayLater.

Di antara pengguna PayLater, SPayLater menjadi layanan Buy Now Pay Later (BNPL) yang paling banyak digunakan, dengan persentase 77,4 persen.

Temuan tersebut memberikan gambaran mengenai penggunaan layanan keuangan digital yang semakin beragam. Selain untuk pembayaran dan transfer, responden juga memanfaatkan fasilitas kredit digital untuk memenuhi kebutuhan transaksi.

Secara keseluruhan, riset ini memperlihatkan sejumlah faktor yang dipertimbangkan konsumen ketika memilih dompet digital, mulai dari kemudahan pembayaran QRIS, biaya transfer, harga produk digital, hingga promosi dan fleksibilitas sumber dana.

Kategori :