90 Hari Beralih dari Rokok, Peneliti Unpad Temukan Perubahan pada Gusi dan Kadar Karbon Monoksida

Rabu 28-10-2026,23:01 WIB
Reporter : Marieska Harya Virdhani
Editor : Marieska Harya Virdhani

JAKARTA, DISWAY.ID – Peralihan dari kebiasaan merokok ke produk tembakau alternatif menunjukkan perubahan pada sejumlah indikator kesehatan mulut.

Temuan tersebut terungkap dalam penelitian Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran (FKG Unpad) terhadap personel marinir selama 90 hari.

Penelitian itu dipaparkan Guru Besar Ilmu Periodonsia FKG Unpad, Prof. Dr. Amaliya, drg., M.Sc., Ph.D., dalam The 3rd Symposium of Indonesian Health Resilience Association (SIERA) 2026 di Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026.

Amaliya menjelaskan, penelitian tersebut dilatarbelakangi tingginya prevalensi merokok di lingkungan militer. Tekanan pekerjaan dan beban tugas menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kebiasaan merokok para personel militer.

BACA JUGA:Rokok Ilegal Marak, Menperin Siapkan Langkah untuk Industri Hasil Tembakau

Survei tim peneliti FKG Unpad pada 2026 menunjukkan prevalensi merokok aktif di kalangan marinir jauh lebih tinggi dibandingkan masyarakat umum.

Sebagian besar responden juga mengaku telah berupaya berhenti merokok, tetapi masih mengalami kesulitan.

“Ternyata prevalensi merokok di subpopulasi militer mencapai 45,8 persen atau hampir dua kali lipat dibandingkan masyarakat umum yang berada di kisaran 22-23 persen,” kata Amaliya.

Menurut Amaliya, penelitian dilakukan dengan membandingkan kondisi personel marinir yang beralih sepenuhnya dari rokok ke produk tembakau alternatif dengan mereka yang tetap merokok.

BACA JUGA:Wacana Tambah Layer Cukai, Hasbullah Ingatkan Konsumen Bisa Beralih ke Rokok Lebih Murah

Pengamatan berlangsung selama 90 hari dengan mengukur sejumlah indikator, antara lain aliran darah gusi, kondisi gusi secara klinis, kemampuan mengenali rasa, serta kadar karbon monoksida dalam embusan napas.

Dalam uji klinis tersebut, tim peneliti menggunakan alat laser Doppler untuk mengukur aliran darah gusi. Pemeriksaan ini dilakukan guna memperoleh hasil pengukuran yang objektif sekaligus mengamati perubahan kondisi jaringan gusi.

Hasil penelitian menunjukkan kelompok yang beralih sepenuhnya ke produk tembakau alternatif mengalami perbaikan aliran darah gusi. Warna gusi kelompok tersebut juga terlihat lebih cerah dibandingkan kelompok yang tetap merokok.

Selain itu, kemampuan mengenali rasa asin, manis, dan asam meningkat secara signifikan pada peserta yang beralih.

Perubahan juga ditemukan pada kadar karbon monoksida dalam embusan napas. Setelah tiga bulan, kadar karbon monoksida pada peserta yang beralih ke produk tembakau alternatif tercatat jauh lebih rendah dibandingkan mereka yang tetap merokok.

Kategori :