Sinopsis Buku Aurelie Moeremans Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth, Kuak Trauma Child Grooming di Usia Remaja

Sinopsis Buku Aurelie Moeremans Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth, Kuak Trauma Child Grooming di Usia Remaja

Buku Aurelie Moeremans Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth.-@aurelie-Instagram

JAKARTA, DISWAY.ID - Berikut sinopsis buku Aurelie Moeremans berjudul Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth yang viral di media sosial.

Buku karya Aurelie ini dibagikannya secara gratis lewat Instagram pribadinya sejak 10 Oktober 2025 dalam bentuk PDF dengan dua bahasa, yaitu bahasa Inggris dan bahasa Indonesia tanpa bantuan editor.

Hingga saat itu, buku tersebut mulai banyak dicari kembali oleh netizen.

BACA JUGA:Aurelie Moeremans Buka Suara Soal Status Pernikahan usai Ungkap Jadi Korban Grooming, Sindir Sosok yang Merasa Terganggu

Buku dengan judul Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth ini memuat kisah perjalanan pilu Aurelie sendiri sebagai penyintas child grooming yang dialaminya pada usia remaja.

Ia tidak mengomersialkan karyanya, sehingga siapa saja bisa membaca buku tersebut.

Sebelum membacanya, intip sinopsis buku Broken Strings di sini:

Sinopsis Buku Aurelie Moeremans Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth

Broken Strings sendiri merupakan sebuah memoar personal Aurelie Moeremans yang di dalamnya memuat kisah dan pengalaman traumatisnya sebagai penyintas grooming, manipulasi emosional dan kekerasan dalam hubungan tidak sehat yang dialaminya sejak usia muda.


Sinopsis Broken Strings Karya Aurelie Moeremans--Instagram @aurelie

Dalam buku ini, Aurelie secara jujur dan berani mengaku dengan membuka kisah masa mudanya yang "dicuri" oleh seorang pria dewasa yang disebut dengan nama samaran, yaitu Bobby.

Bobby digambarkan sebagai sosok yang penuh perhatian dan cinta, akan tetapi perlahan-lahan sifatnya berubah menjadi sosok yang manipulatif, abusif, dan menindas secara emosional, fisik, serta seksual.

Cerita yang dibangun oleh Aurelie ini mencerminkan kondisi batinnya sebagai korban trauma seperti ingatan yang terpecah, ketakutan, rasa bersalah dan kebingungan yang terus membayanginya selama hidup.

Aurelie juga menunjukkan bagaimana relasi yang dibungkus dalih nama cinta bisa menjadi alat kontrol yang menghancurkan identitas, harga diri serta masa depan seorang perempuan, terutama saat korban sedang di posisi usia dan kuasa yang jauh lebih berbeda.

Buku Broken Strings menepis berbagai macam rumor lama mengenai kehidupannya, termasuk juga isu pernikahan dan anak, sekaligus juga meluruskan stigma yang kerap diarahkan pada korban.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads