Diskusi Publik Bareng Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan BEM FISH UNJ, UI Mendadak Tak Hadir

Diskusi Publik Bareng Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan BEM FISH UNJ, UI Mendadak Tak Hadir

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada BEM UGM Tiyo Ardianto dan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta BEM FISH UNJ berdiskusi tentang imajinasi reformasi jilid II, polemik Makan Bergizi Grati--Disway

“Kita berada pada fase di mana rasa percaya terhadap institusi negara dan pemerintah semakin menurun. Dalam politik, misalnya, kekuasaan eksekutif menjadi semakin dominan dan cenderung otoriter. Lembaga eksekutif yang berkuasa hari ini menunjukkan gejala tersebut,” jelas Tiyo lago.

Tiyo menilai secara konkret, kita bisa melihat berbagai keputusan penting yang diambil pada tahun-tahun terakhir. 

“Dari sana kita bisa merasakan betapa sulitnya mempercayai kembali pihak yang telah mengkhianati kepercayaan publik. Mustahil rasanya kembali pada sosok yang pernah menyakiti, seperti kembali pada mantan yang pernah melukai. Fragmentasi politik dan demokrasi ini tidak bisa diabaikan,” ucapnya. 

Tiyo menambahkan Indonesia juga sedang menghadapi setidaknya satu krisis besar, yaitu krisis ekonomi. 

BACA JUGA:Daftar Prodi dan Jurusan Kuliah Fakultas Filsafat UGM, Kampusnya Ketua BEM Tiyo Ardianto yang Lagi Viral

Lapangan kerja semakin sempit, harga-harga naik, dan ekonomi terasa dikendalikan oleh segelintir elite. 

Jika krisis ekonomi mencapai puncaknya, reformasi bisa saja terjadi. Namun, jika krisis memuncak sementara mahasiswa dan rakyat tidak siap, maka kita bisa kembali kalah.

“Kita pernah kalah dalam sejarah. Setelah pergolakan besar, militer berkuasa selama 32 tahun. Kampus dibungkam. Namun kita belajar, dan pada 1998 kita berhasil menggulingkan rezim tersebut sehingga militer tidak lagi secara langsung berkuasa. Itu kabar baik. Akan tetapi, oligarki tetap bertahan. Kesempatan rakyat untuk sejahtera masih terhambat oleh jaringan bisnis besar yang menguasai sumber daya tanpa batas kepemilikan dan kekuasaan yang jelas,” ucapnya

BACA JUGA:Sama-Sama Orang Filsafat, Rocky Gerung Bilang Begini Soal Manuver Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto

Karena itu, kata Tiyo, kita perlu mempelajari situasi ini dengan sangat baik. Momentum apa pun yang bisa kita ubah menjadi reformasi spiritual harus kita manfaatkan agar kita bisa menang. 

“Kita tidak boleh kalah lagi dan membiarkan militer kembali berkuasa, karena kecenderungannya bisa saja berulang. Jika kita kalah lagi, bukan tidak mungkin militer kembali dominan, bahkan lebih buruk dari periode sebelumnya,” katanya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads