Industri Alas Kaki Indonesia Berpeluang Naik Kelas, MICAM Milano Jadi Pintu Menuju Brand Global
Peluang Besar Industri Alas Kaki Indonesia di MICAM 2026---Dok. Istimewa
JAKARTA, DISWAY.ID - Industri alas kaki Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang dari sekadar basis produksi global menjadi pemain brand internasional.
Salah satu momentum strategis yang dapat dimanfaatkan adalah ajang MICAM Milano, pameran sepatu terbesar di dunia yang mempertemukan pelaku industri dari berbagai negara.
Diselenggarakan dua kali dalam setahun di Fiera Milano Rho, edisi berikutnya akan berlangsung pada 13–15 September 2026. Pameran ini dikenal sebagai barometer penting dalam industri alas kaki global.
MICAM Milano: Pusat Tren dan Bisnis Global
Pada penyelenggaraan terakhir, MICAM Milano menghadirkan sekitar 795 brand internasional dan lebih dari 20.000 pelaku industri dari lebih 130 negara. Menariknya, lebih dari separuh pengunjung berasal dari luar Italia, menegaskan perannya sebagai pusat networking global.
CEO MICAM, Giorgio Possagno, menyebut bahwa ajang ini tidak hanya berfungsi sebagai pameran dagang, tetapi juga wadah strategis untuk membaca arah industri.
Menurutnya, MICAM menjadi titik temu antara manufaktur, tren, inovasi teknologi, dan model distribusi masa depan dalam industri footwear dunia.
Indonesia Masuk Empat Besar Produsen Sepatu Dunia
Bagi Indonesia, peluang ini semakin relevan. Berdasarkan data Asosiasi Persepatuan Indonesia (APRISINDO), Indonesia saat ini masuk dalam empat besar produsen sepatu dunia dengan kapasitas produksi lebih dari 1 miliar pasang per tahun.
Dari sisi ekspor, nilai pengiriman alas kaki Indonesia pada 2023 mencapai sekitar US$6,4 miliar dengan pasar utama seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, Jepang, hingga Timur Tengah.
Ketua APRISINDO, Eddy Widjanarko, menilai fondasi manufaktur Indonesia sudah sangat kuat. Namun, tantangan berikutnya adalah meningkatkan nilai tambah melalui desain, branding, dan ekspansi pasar global.
Tantangan: Dari OEM ke Brand Global
Saat ini, sebagian besar industri alas kaki nasional masih berperan sebagai original equipment manufacturer (OEM), yakni memproduksi sepatu untuk brand luar negeri.
Artinya, meskipun produksi dilakukan di Indonesia, nilai merek dan positioning global masih dimiliki oleh perusahaan asing.
Melalui partisipasi di MICAM Milano, pelaku industri Indonesia memiliki kesempatan untuk:
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: