Darurat Gempa Sulut–Malut, Pemerintah Kerahkan Tim Gabungan untuk Pemulihan

Darurat Gempa Sulut–Malut, Pemerintah Kerahkan Tim Gabungan untuk Pemulihan

Menko PMK juga menekankan agar dukungan Dana Siap Pakai (DSP) bagi pemerintah daerah yang telah menetapkan status tanggap darurat dapat segera dikucurkan tanpa hambatan birokrasi.-BPBD Minahasa-

JAKARTA, DISWAY.ID-- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) memimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakor) penanganan darurat pascagempa bumi magnitudo 7,6 yang mengguncang Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada Kamis (2/4/2026).

Dalam rapat tersebut, Menko PMK memberikan arahan strategis kepada jajaran pimpinan pusat dan daerah untuk memastikan instruksi Presiden RI berjalan cepat, dengan prioritas utama pada keselamatan jiwa, evakuasi korban, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

BACA JUGA:50 Ucapan Selamat Hari Paskah 2026 Penuh Kedamaian dan Sukacita, Cocok Share di Medsos

Sejalan dengan arahan tersebut, Menko PMK menegaskan pentingnya kehadiran pemerintah pusat secara langsung di tengah masyarakat terdampak. 

Ia menginstruksikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, untuk segera bertolak ke lokasi bencana guna memimpin penanganan darurat.

Selain itu, Menko PMK juga menekankan agar dukungan Dana Siap Pakai (DSP) bagi pemerintah daerah yang telah menetapkan status tanggap darurat dapat segera dikucurkan tanpa hambatan birokrasi.

BACA JUGA:Naturalisasi Pemain Diaspora Sah, Sumardji Buka Fakta ‘Paspoortgate’ Timnas Indonesia

“Keselamatan manusia menjadi prioritas utama, sehingga evakuasi harus dilakukan dengan cepat dan korban memperoleh pelayanan terbaik,” tegas.dia dalam keterangan tertulis yang diterima InfoPublik, Jumat (3/4/2026).

Menindaklanjuti arahan tersebut, Suharyanto yang hadir langsung di Kantor Pusat BNPB bersama pimpinan kementerian/lembaga segera mengoordinasikan langkah-langkah teknis penanganan.

Berdasarkan laporan dari Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tektonik tersebut berpusat di laut, sekitar 132 kilometer barat laut Ternate dengan kedalaman 33 kilometer, serta diikuti aktivitas gempa susulan hingga siang hari.

BACA JUGA:Ucapkan Selamat Paskah, Menag Ajak Umat Doakan Kedamaian Bangsa

Guncangan terkuat dirasakan pada skala V–VI MMI di Ternate dan IV–V MMI di Kota Manado, yang mengakibatkan dampak fisik signifikan pada bangunan publik dan permukiman warga.

Sementara itu, laporan situasi di lapangan mulai dihimpun dari berbagai pimpinan daerah terdampak.

Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling melaporkan satu warga meninggal dunia serta kerusakan berat pada Gedung Olahraga (GOR) KONI Sario di Manado.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: