Kacamata Progresif Bikin Pusing? Telisik Penyebabnya dan Cara Pilih yang Nyaman

Kacamata Progresif Bikin Pusing? Telisik Penyebabnya dan Cara Pilih yang Nyaman

Keluhan seperti pusing atau sulit beradaptasi kerap muncul saat menggunakan kacamata progresif, bahkan membuat sebagian orang kembali menggunakan dua kacamata terpisah.-dok disway-

Teknologi yang lebih canggih umumnya memberikan kenyamanan yang lebih baik, terutama dalam penggunaan jangka panjang.

Menjawab kebutuhan ini, HOYA Vision Care di Indonesia melalui kampanye #NyamanItuBeda turut mengedukasi masyarakat bahwa kenyamanan dalam menggunakan lensa progresif sangat dipengaruhi oleh desain, pengukuran, serta teknologi yang digunakan.

HOYA menghadirkan berbagai pilihan lensa progresif yang dirancang dengan pendekatan presisi dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan aktivitas pengguna, sehingga memberikan pengalaman penglihatan yang lebih nyaman.

BACA JUGA:Merdeka dari Kacamata Lewat Metode RLE untuk Atasi Presbiopia, Apa Itu?

Untuk memberikan rasa aman bagi pengguna baru, tersedia juga garansi adaptasi yang memungkinkan penyesuaian apabila pengguna masih merasa kurang nyaman. Selain itu, adanya coating berkualitas di lensa HOYA juga berperan penting dalam meningkatkan kenyamanan, seperti membantu mengurangi pantulan cahaya, memberikan penglihatan lebih jernih, serta menjaga lensa tetap tahan lama dalam penggunaan sehari-hari.

Dalam periode kampanye ini yang berlangsung hingga Juni, masyarakat juga dapat menemukan penawaran khusus untuk lensa progresif HOYA di optik rekanan HOYA.

Inisiatif ini memberikan kesempatan bagi lebih banyak orang untuk merasakan langsung pengalaman kacamata progresif yang lebih nyaman.

“Banyak pasien datang dengan keluhan tidak nyaman saat menggunakan kacamata progresif.  Padahal secara klinis, kenyamanan ditentukan oleh pengukuran yang tepat, kualitas dan desain lensa, serta kesesuaian dengan kebutuhan visual sehari-hari," ujar dr. Amanda Nur Shinta Pertiwi, Sp.M, FIACLE, yang merupakan dokter spesialis mata yang fokus dalam menangani kelainan refraksi, myopia control, Ortho-K, berbagai jenis lensa kontak special (RGP, lensa sklera dan lensa kontak prostetik), serta penanganan pasien low vision di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta.

"Dengan pemeriksaan yang tepat dan pemilihan lensa yang sesuai dengan aktivitas, proses adaptasi biasanya dapat berlangsung lebih cepat dan nyaman. Karena itu, konsultasi dengan tenaga profesional menjadi langkah penting sebelum memilih kacamata progresif,” tambahnya.

BACA JUGA:Sejarah Hari Buku Sedunia 2026, Ditetapkan Pertama Kali oleh UNESCO

Dengan memahami bahwa tidak semua lensa progresif itu sama, serta pentingnya desain dan pengukuran yang tepat, masyarakat dapat memperoleh pengalaman penggunaan kacamata progresif yang lebih optimal.

Konsultasi dengan tenaga profesional di rumah sakit/klinik mata maupun optik terpercaya menjadi langkah penting untuk menemukan solusi yang sesuai.

Karena pada akhirnya, kenyamanan dalam menggunakan kacamata progresif bukanlah sesuatu yang kebetulan, melainkan sesuatu yang bisa dipilih.

 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: