Gaduh Kasus Ahmad Dhani-Maia Estiany di Medsos, Netizen Harus Cerdas dan Wajib Cek Fakta
Pengamat Komunikasi, Agustina Widyawati, menilai respons pemberitaan Ahmad Dhani dan Maia Estianty menunjukkan tingkat kecerdasan masyarakat khususnya netizen dalam bermedia sosial -Istimewa-
JAKARTA, DISWAY.ID - Gaduh perseteruan Ahmad Dhani dan Maia Estianty menunjukkan tingkat kecerdasan masyarakat khususnya netizen dalam menangkap informasi yang viral di media sosial.
Fenomena masyarakat yang cepat memihak dalam konflik figur publik hanya dari tontonan sosial media makin menguat di era digital.
BACA JUGA:Jaringan Aktivis Nusantara Dukung Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi Tambang Samin Tan
Netizen kerap kali disuguhi beragam jenis tayangan viral informasi yang perlu di cek kebenarannya.
Pengamat Komunikasi, Agustina Widyawati, menyebut kondisi tersebut sebagai dampak budaya “instant judgment" yang berkembang melalui platform digital.
Menurutnya, publik saat ini cenderung membentuk kesimpulan berdasarkan narasi emosional yang viral dibanding memahami proses hukum secara menyeluruh.
“Padahal kita sering cuma lihat sebagian kecil dari sebuah persoalan. Apalagi kalau kasusnya menyangkut figur publik, emosi publik biasanya jauh lebih kuat dibanding keinginan untuk mencari fakta secara utuh,” ungkap Widya, Senin, 11 Mei 2026.
Fenomena tersebut kembali menjadi perhatian setelah polemik lama antara musisi Ahmad Dhani dan Maia Estianty kembali ramai diperbincangkan di media sosial. Isu dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang pernah mencuat dalam konflik rumah tangga keduanya kembali menjadi perdebatan publik setelah beredarnya dokumen penghentian penyidikan atau SP3 dari kepolisian terkait laporan yang pernah diajukan Maia.
Dalam dokumen kepolisian, penyidik menghentikan proses hukum (SP3) pada 2008 silam karena dinilai tidak terdapat cukup bukti untuk melanjutkan perkara.
Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Sunan Gresik tersebut menjelaskan, kondisi tersebut memperlihatkan adanya perbedaan antara persepsi publik dengan fakta hukum.
Widya berpendapat, dalam ilmu komunikasi, kondisi ini bisa dijelaskan lewat teori agenda setting dari Maxwell McCombs dan Donald Shaw.
“Teori ini menjelaskan bahwa media tidak selalu menentukan apa yang harus kita pikirkan, tetapi media sangat kuat dalam menentukan isu apa yang dianggap penting oleh publik," terangnya.
BACA JUGA:Momen Maia Estianty Deg-degan Menunggu Cucunya Lahir, Buah Hati Al Ghazali dan Alyssa Daguise
"Jadi ketika media dan media sosial terus menerus menyoroti konflik Ahmad Dhani dan Maia Estianty, publik akhirnya ikut fokus pada sisi-sisi tertentu yang paling sering dimunculkan," lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: