PSF Education Summit 2026 Perkuat Kolaborasi Pendidikan Inklusif dan Berkelanjutan
Putera Sampoerna Foundation Salurkan 53 Ribu Beasiswa, Fokus Cetak Generasi Masa Depan---Dok. Istimewa
JAKARTA, DISWAY.ID - Dalam momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026, Putera Sampoerna Foundation (PSF) menegaskan komitmennya untuk terus mendukung transformasi pendidikan Indonesia melalui penyelenggaraan PSF Education Summit: Transforming Lives, Shaping the Future.
Kegiatan yang juga menjadi bagian dari perayaan 25 tahun perjalanan PSF ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan mulai dari pemerintah, komunitas pendidikan, penerima manfaat beasiswa, hingga pelaku industri teknologi pendidikan. Forum tersebut bertujuan memperkuat kolaborasi lintas sektor demi menciptakan akses pendidikan yang lebih inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan di Indonesia.
Isu pemerataan pendidikan masih menjadi tantangan besar di Tanah Air. Berdasarkan data World Bank terkait Education Equity in Indonesia, masih banyak siswa berpotensi tinggi yang belum memperoleh kesempatan pendidikan secara optimal akibat keterbatasan akses dan kualitas pendidikan di sejumlah daerah.
Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Gross Enrollment Ratio (GER) pendidikan tinggi Indonesia pada 2025 baru mencapai 32,89 persen. Angka tersebut menandakan masih banyak kelompok usia kuliah yang belum dapat mengakses pendidikan tinggi, terutama masyarakat berpenghasilan rendah dan generasi pertama yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Mewakili Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Kepala Seksi Pendidik Bidang PTK Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Juwarto, mengapresiasi kontribusi PSF dalam memajukan pendidikan nasional.
“Saat ini pendidikan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan. Di tengah perkembangan kecerdasan buatan atau AI, guru tetap menjadi elemen utama dalam transformasi pendidikan karena hadir untuk membimbing siswa menjadi generasi unggul di masa depan,” ujar Juwarto.
Melalui kegiatan ini, PSF kembali menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam mentransformasi kehidupan sekaligus membentuk masa depan bangsa.
Head of Program & GuruBinar PSF-SDO, Juliana, menyampaikan bahwa penguatan kolaborasi dan kapasitas guru menjadi faktor penting dalam menciptakan pendidikan berkualitas.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang bagi bangsa. Untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan, kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan komunitas pendidikan perlu terus diperkuat agar dampaknya semakin luas dan merata,” kata Juliana.
Selama 25 tahun terakhir, PSF telah merealisasikan komitmennya melalui pemberian lebih dari 53 ribu beasiswa dan program pengembangan guru yang menjangkau lebih dari 34 provinsi di Indonesia.
Salah satu penerima manfaat program tersebut adalah Director of Partnership & Communications Konservasi Indonesia, Tinton Galih Yudhianto. Ia menerima beasiswa PSF untuk jenjang S1 di Universitas Airlangga pada 2002.
“Bagi saya, pendidikan adalah paspor untuk meraih kehidupan yang lebih baik. Kesempatan mendapatkan beasiswa PSF membantu saya berpikir lebih luas, kritis, dan percaya diri. Pengalaman ini membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk berkembang,” ujar Tinton.
Selain penerima beasiswa, dampak program pengembangan guru PSF juga dirasakan langsung oleh Iswatul Khoiriyah, Kepala Sekolah SDN Temas 02 Kota Batu yang mengikuti pelatihan GuruBinar.
“Pelatihan dari PSF memberi banyak wawasan baru dalam proses pembelajaran. Saya percaya guru harus mampu mempersiapkan siswa menghadapi tantangan 10 tahun mendatang, terutama di era digital,” ungkap Iswatul.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: