Dari Sorong, Mendikdasmen Pastikan Pendidikan di Papua Tak Lagi Tertinggal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan komitmen kuat untuk menghadirkan pemerataan pendidikan hingga ke wilayah terpencil seperti Pulau Arar, Papua Barat Daya.-Istimewa-
SORONG, DISWAY.ID - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan komitmen kuat untuk menghadirkan pemerataan pendidikan hingga ke wilayah terpencil seperti Pulau Arar, Papua Barat Daya.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh anak Indonesia mendapatkan akses pendidikan yang layak dan berkualitas.
BACA JUGA:Bahasa Inggris Jadi Mata Pelajaran Wajib SD, Kemendikdasmen Latih 5.777 Guru
“Tidak boleh ada anak Indonesia yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan, baik karena faktor ekonomi, keterbatasan fisik, maupun karena tinggal di daerah terpencil seperti Pulau Arar ini,” ungkap Mendikdasmen Abdul Mu’ti, di Kab.Sorong, Kamis, 28 Mei 2026.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui program revitalisasi satuan pendidikan tahun 2026 yang menyasar sekolah di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal), sekolah terdampak bencana, serta sekolah dengan kerusakan berat. Program ini tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperluas akses layanan pendidikan yang inklusif.
Pemerintah juga memperkuat lima model layanan pendidikan, yakni pendidikan jarak jauh (PJJ), sekolah satu atap, sekolah terbuka berbasis komunitas, pendidikan kesetaraan, serta kursus dan pelatihan. Model ini dirancang fleksibel agar sesuai dengan kondisi geografis Papua Barat Daya yang menantang.
Sementa itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Barat Daya, Adolof Kambuaya, menyebut kunjungan ini sebagai momen penting. Dengan sekitar 160 ribu siswa, lebih dari 1.200 sekolah, dan 10 ribu guru di lebih dari 900 kampung, pemerataan pendidikan membutuhkan kolaborasi semua pihak.
BACA JUGA:Kemendikdasmen Kolaborasikan Sejumlah Program dengan DBL Indonesia, Salah Satunya Super Teacher
Dampak program mulai terasa. Meske Salomina Sosir, siswa SMA Unimuda Pulau Arar, mengaku kini lebih semangat belajar setelah sekolahnya direnovasi. Ruang kelas yang sebelumnya rusak kini telah diperbaiki sehingga aktivitas belajar menjadi lebih nyaman.
Program revitalisasi juga menjangkau SD Inpres 27 Kabupaten Sorong melalui pembangunan toilet, ruang UKS, dan rumah dinas guru.
Kunjungan ditutup dengan peresmian fasilitas sebagai bagian dari komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto untuk menghadirkan pendidikan merata di seluruh Indonesia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: