Gus Ipul Ingatkan Kepsek Awasi Ketat Operasional Sekolah Rakyat
Mensos Gus Ipul bersama Wamensos Agus Jabo Priyono saat rapat bersama Kepala Sekolah Rakyat se-Indonesia secara daring-ist-
Pengawasan juga berlaku terhadap pemasangan berbagai fasilitas tambahan di gedung permanen. Gus Ipul meminta pemasangan AC, CCTV, kabel, saluran pembuangan air, maupun sarana lainnya direncanakan dengan baik dan tidak dikerjakan sekadar agar cepat terpasang.
“Jangan mau tidak rapi, jangan mau asal pasang. Tidak peduli indah atau tidak. Kepala sekolah harus memastikan pemasangan CCTV maupun AC dan yang lain-lainnya harus rapi,” tegasnya.
Selain kondisi fisik sekolah, Gus Ipul meminta pengawasan juga menyentuh pengelolaan administrasi dan keuangan. Hal ini perlu dibiasakan sejak awal karena ke depan kepala sekolah akan memegang tanggung jawab lebih besar dalam pengelolaan anggaran.
“Usahakan tata kelola keuangan kita itu benar-benar diterapkan dengan baik. Jangan ada penyimpangan, jangan ada penyelewengan. Karena saya ingin kepala sekolah semua selamat. Selamat dalam bertugas, selamat nanti kalau sudah pensiun,” katanya.
BACA JUGA:Sekolah Rakyat Naik Level! Kemensos Luncurkan LENSA SR, Akses Informasi Kini Lebih Mudah
Ia meminta laporan disampaikan tepat waktu dengan dokumen pendukung yang lengkap serta mengingatkan kepala sekolah untuk menjadi contoh bagi seluruh jajarannya.
“Jangan Bapak-Ibu sekalian ngajari anak buah, tapi justru menjadi teladan agar budaya korupsi tidak berkembang di Sekolah Rakyat,” ujar Gus Ipul.
Di tengah berbagai tantangan yang ada, dalam kesempatan ini Gus Ipul menyampaikan apresiasi kepada para kepala sekolah yang telah bekerja keras sejak awal penyelenggaraan Sekolah Rakyat.
Pemerintah sejauh ini telah berhasil membangun 93 Sekolah Rakyat permanen dalam waktu kurang dari satu tahun. Ditambah sekolah rintisan yang masih aktif, total Sekolah Rakyat yang kini beroperasi mencapai 182 titik.
Jumlah Sekolah Rakyat akan terus bertambah. Pemerintah menargetkan setiap kabupaten/kota memiliki sedikitnya satu Sekolah Rakyat agar semakin banyak anak-anak dari keluarga tidak mampu mendapatkan akses pendidikan yang layak dan keluarganya bebas dari jerat kemiskinan. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: