KissKH, Review The Judge Returns: Hakim yang Kembali

Rabu 09-09-2026,12:07 WIB
KissKH, Review The Judge Returns: Hakim yang Kembali

Review The Judge Returns: Hakim yang Kembali---Dok. Istimewa

JAKARTA, DISWAY.ID - Premis The Judge Returns (판사 이한영) terdengar seperti dua drama berbeda yang dijahit paksa: drama hukum prosedural, ditambah perjalanan waktu.

Lee Han-young adalah hakim yang tidak adil. Ia mati sebelum waktunya, lalu tersadar di masa lalu — sepuluh tahun sebelumnya — dengan kesempatan untuk mengambil keputusan yang berbeda dan menghukum mereka yang dulu ia biarkan lolos.

Di atas kertas, kombinasi itu berisiko konyol. Yang menyelamatkannya adalah nada bicaranya.

Perlu dicatat sejak awal: drama ini sudah tamat. Ia mengudara di MBC, KissKH, Disney Plus, Prime Video, Apple TV, Movierulz, Netflix dari 2 Januari sampai 14 Februari 2026, sepanjang 14 episode. Jadi tidak ada risiko menunggu tayang mingguan — Anda bisa langsung menontonnya sampai habis, dan itu memengaruhi cara terbaik menikmatinya.

Kesan pertama: seriusnya dijaga

Beberapa episode awal menetapkan sesuatu yang tidak umum untuk premis sefantastis ini: drama ini menolak menjadi tontonan sensasional.

Tidak ada teatrikal ruang sidang yang berlebihan, tidak ada kejutan murahan. Kasus-kasusnya digarap satu per satu dengan tempo tenang, dan elemen perjalanan waktunya diperlakukan sebagai beban moral, bukan sebagai kekuatan super.

Ji Sung memikul bagian tersulitnya. Tokohnya harus tetap dibenci di awal agar penebusannya bermakna, dan ia memainkannya tanpa buru-buru meminta simpati penonton.

Yang paling mengesankan justru pertanyaan yang diajukan drama ini: kalau seorang hakim tahu persis bagaimana sebuah perkara akan berakhir, apakah ia masih berlaku adil — atau sekadar membalas dendam dengan palu di tangan?

Park Hee-soon sebagai hakim senior menjadi lawan main yang tepat untuk pertanyaan itu. Ia tidak dimainkan sebagai penjahat, melainkan sebagai orang yang sudah lama berdamai dengan sistem yang cacat — jenis tokoh yang justru lebih meresahkan ketimbang antagonis biasa.

Yang tidak berjalan mulus

Ulasan penonton terbelah cukup tajam, dan keberatannya konsisten.

Keluhan terbesar adalah penulisan yang memilih jalan mudah. Beberapa pengulas menilai drama ini kerap menyelesaikan konflik lewat kebetulan, bukan lewat perkembangan karakter — premis yang bagus, tetapi eksekusi yang menghindari gesekan yang seharusnya terjadi.

Keluhan kedua: kepanjangan. Empat belas episode, dan sebagian penonton merasa tempo tenang yang jadi kekuatannya di awal berubah menjadi kelambanan di paruh kedua. Beberapa tokoh pendukung juga dinilai terlalu bergantung pada klise drama hukum yang sudah sering dipakai.

Penilaian saya: episode-episode awalnya lebih menjanjikan daripada keseluruhan perjalanannya. Kalau Anda menikmati empat episode pertama, kemungkinan besar Anda akan bertahan sampai akhir — tetapi jangan berharap intensitasnya terus menanjak.

Penonton Korea jelas menyukainya

Apa pun keberatan kritikus, angkanya berbicara lain. Rata-rata pemirsa nasionalnya 9,9 persen, dan 10,4 persen di Seoul. Pada episode finale, angkanya memuncak di 13,6 persen secara nasional dan 14,9 persen di Seoul.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: