Movie Box, Austin Abrams: Dari Euphoria ke Resident Evil

Rabu 09-09-2026,12:55 WIB
Movie Box, Austin Abrams: Dari Euphoria ke Resident Evil

Austin Abrams: Dari Euphoria ke Resident Evil---Dok. Istimewa

JAKARTA, DISWAY.ID - Pada 18 September 2026, Austin Abrams akan memikul sesuatu yang belum pernah ia pikul: sebuah film studio beranggaran $80 juta, dengan namanya di urutan pertama.

Perjalanan menuju titik itu berlangsung lebih dari satu dekade, dan hampir seluruhnya dibangun dari peran-peran yang tidak dirancang untuk membuat seseorang jadi bintang.

Sepuluh tahun sebagai wajah yang dikenali, bukan nama yang diingat

Abrams mulai dikenal sebagai Ron Anderson di The Walking Dead — sembilan episode pada musim kelima dan keenam, sebagai remaja yang canggung dan menjengkelkan, bukan pahlawan.

Pola itu berulang. Ia menjadi Ethan di Euphoria, tokoh paling waras di serial yang isinya nyaris tidak ada yang waras. Lalu, Marc di This Is Us, peran yang justru diingat karena membuat penonton tidak nyaman.

Di layar lebar dan beberapa OTT seperti Netflix, HBO, MovieBox, Prime Video, dll ., ia mengisi peran pendukung dalam Paper Towns (2015), Brad's Status (2017), Scary Stories to Tell in the Dark (2019), dan Do Revenge (2022).

Dua proyek memberinya panggung utama lebih dulu: Dash & Lily (2020), serial Netflix delapan episode tempat ia memerankan Dash, dan Chemical Hearts (2020), tempat ia beradu peran dengan Lili Reinhart sebagai Henry Page. Anda dapat menyaksikan film-film ini di Movie Box.

Keduanya proyek kecil. Tidak ada satu pun yang menjadikannya nama yang dijual di poster.

Ada benang merah di sepanjang daftar itu. Abrams nyaris selalu memerankan orang yang sedang kewalahan — canggung, ragu, tidak siap menghadapi keadaan. Itu bukan keterbatasan; itu keahlian yang cukup spesifik, dan jarang menjadi tiket menuju peran utama film besar. Justru di situlah kejutannya.

Titik baliknya: Zach Cregger

Yang mengubah arah kariernya bukan sebuah peran, melainkan seorang sutradara.

Abrams bermain di Weapons (2025) garapan Zach Cregger. Ketika Cregger kemudian menggarap reboot Resident Evil, ia dilaporkan langsung memilih Abrams sebagai pemeran utama tanpa mempertimbangkan aktor lain.

Alasannya justru terletak pada hal yang selama ini membatasi Abrams — ia tidak terlihat seperti bintang aksi. Cregger menjelaskannya begini:

> "Austin is very much like an avatar for me, or what I expect the average video game player would react if they were thrust into the game themselves. So he's just a normal guy. He's not particularly good at combat in any way, shape, or form. He's athletic, but he's not an athlete, he's just a guy."

Dengan kata lain: kualitas yang membuatnya selama ini menjadi pemeran pendukung — tampak biasa, mudah dipercaya sebagai orang kebanyakan — justru menjadi alasan ia memimpin film ini.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: