IHSG Merosot ke 6.181 usai BEI Turunkan Batas Harga Minimum Saham Jadi Rp 1
Laju IHSG saat sesi perdagangan -Bianca-
JAKARTA, DISWAY.ID– Menyusul penerapan kebijakan batas harga minimum saham menjadi Rp 1 yang mulai berlaku pada Senin (28/9/2026), pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan drastis hingga menyentuh kisaran 6.100.
Setelah dibuka melemah sebanyak 0,93 persen ke kisaran 6.183,56, IHSG menutup sesi I perdagangan dengan kembali merosot sebanyak 0,97 persen ke level 6.181,43.
Menurut Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta, penyesuaian batas minimum harga saham memiliki pengaruh besar terhadap pergerakan IHSG.
BACA JUGA:IHSG Tutup Sesi I Melemah 0,97 Persen ke Level 6.181
“Hal ini berpotensi meningkatkan volatilitas terutama pada saham-saham berharga rendah,” ucap Nafan kepada media secara daring, Senin, 28 September 2026.
Menurutnya, kebijakan tersebut akan memicu terjadinya re-pricing atau penentuan kembali harga terbaru di segmen saham tersebut.
“Pada awal penerapannya, hal ini dapat memicu re-pricing dan perubahan perilaku transaksi di segmen saham tersebut,” jelas Nafan.
“Di sisi lain, fokus para pelaku pasar di akhir kuartal III-2026 ini berada pada rilis kinerja laporan keuangan kuartal ketiga yang akan segera dimulai, khususnya dari sektor perbankan maupun konsumer,” tambahnya.
Hal serupa diutarakan BRI Danareksa Sekuritas. Fokus sentimen hari ini tertuju pada implementasi kebijakan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait penurunan batas harga minimum saham.
BACA JUGA:60 Tahun Dibiarkan Dangkal, Pramono Keruk Lumpur Anak Kali Krukut: Atasi Banjir di Kebon Melati
Kebijakan ini diharapkan memperluas ruang perdagangan dan meningkatkan kualitas pembentukan harga, terutama bagi saham yang selama ini stagnan di batas minimum. Namun, perubahan tersebut juga berpotensi meningkatkan volatilitas pada saham berharga rendah.
“Dari eksternal, pasar masih mencermati yield US Treasury 10Y yang berada di atas 5 persen serta harga minyak yang tinggi di tengah kekhawatiran inflasi global,” tulis data tersebut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: