Suyudi: Jabatan Kapolri Bukan Puncak Karier: Puncak Tanggung Jawab

Kamis 01-10-2026,10:50 WIB
Suyudi: Jabatan Kapolri Bukan Puncak Karier: Puncak Tanggung Jawab

Komjen Pol Suyudi Ario Seto menegaskan kesiapannya mempertanggungjawabkan kepemimpinan apabila mendapat amanah menjadi Kapolri.-anisha aprilia-

JAKARTA, DISWAY.ID - Komjen Pol Suyudi Ario Seto menegaskan kesiapannya mempertanggungjawabkan kepemimpinan apabila mendapat amanah menjadi Kapolri.

Dia menyatakan siap dinilai berdasarkan hasil kerja, bukan sekadar janji.

“Apabila memperoleh amanah, saya siap dinilai dari hasil, bukan dari janji,” kata Suyudi saat menjalani fit and proper test di Komisi III DPR RI, Kamis, 1 Oktober 2026.

Suyudi mengatakan dirinya juga siap mempertanggungjawabkan kepemimpinan sesuai dengan konstitusi.

Dia menyatakan akan menjalani mekanisme pengawasan DPR, menghormati proses hukum, serta bekerja bersama lembaga pengawas.

BACA JUGA:Kapolri Berganti, Ada Apa? Pengamat Soroti Regenerasi Kepemimpinan Polri

Selain itu, Suyudi menyatakan akan membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan koreksi terhadap kinerja Polri.

“Mempertanggungjawabkan kepemimpinan sesuai konstitusi, menjalani pola pengawasan DPR, menghormati proses hukum, bekerja bersama lembaga pengawas, dan membuka ruang koreksi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Suyudi, jabatan Kapolri bukan merupakan puncak karier seorang anggota kepolisian, melainkan puncak tanggung jawab.

BACA JUGA:Janji Suyudi Ditunjuk Jadi Kapolri Baru: Bukan Cari Panggung

“Bagi saya, jabatan Kapolri bukanlah puncak karier. Jabatan Kapolri adalah puncak tanggung jawab,” tegasnya.

Suyudi juga menyampaikan pandangannya mengenai kekuatan dan kewibawaan Polri. Menurut dia, kekuatan kepolisian tidak seharusnya dibangun melalui rasa takut, melainkan melalui kepercayaan masyarakat.

“Polri yang kuat bukan karena ditakuti, melainkan karena dipercaya,” katanya.

Dia juga menilai kewibawaan Polri tidak harus dibangun dengan menjaga jarak dari masyarakat. Sebaliknya, polisi harus hadir bersama masyarakat ketika negara dibutuhkan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: