PDIP Dukung Prabowo Ganti Kapolri: Ini Bukan Soal Pribadi, tapi Kesehatan Institusi

Jumat 02-10-2026,11:23 WIB
Reporter: Anisha Aprilia |
PDIP Dukung Prabowo Ganti Kapolri: Ini Bukan Soal Pribadi, tapi Kesehatan Institusi

Komjen Pol Suyudi Ario Seto mengganti seluruh kapolda di Pulau Jawa.-Disway/Anisha Aprilia -

JAKARTA, DISWAY.ID-- PDI Perjuangan menyatakan dukungan terhadap keputusan Presiden Prabowo Subianto mengganti Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dengan Komjen Pol Suyudi Ario Seto.

Juru Bicara PDI Perjuangan Guntur Romli mengatakan pergantian Kapolri merupakan kewenangan konstitusional Presiden. Menurutnya, mekanisme pemberhentian dan pengangkatan Kapolri juga telah berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

BACA JUGA:SIMPONIE V3 Diluncurkan, Perizinan Tangsel Kini Lebih Ramah Difabel dan Bisa Dipantau Real-Time

"Pergantian Kapolri adalah kewenangan konstitusional Presiden. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia menegaskan bahwa Kapolri diangkat dan diberhentikan oleh Presiden dengan persetujuan DPR," kata Guntur dalam keterangannya, Jumat, 2 Oktober 2026.

Dia mengatakan surat Presiden terkait pergantian Kapolri telah diterima DPR. Selanjutnya, Komisi III DPR telah melaksanakan uji kelayakan dan kepatutan terhadap Suyudi.

"Proses berjalan sesuai aturan, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan," ujarnya.

Guntur mengatakan pergantian pimpinan Polri diperlukan sebagai bagian dari penyegaran institusi. Dia menilai setiap jabatan memiliki masa dan tidak ada jabatan yang berlangsung selamanya.

BACA JUGA:Hutama Karya Perkuat Pengendalian Pelaksanaan Proyek Jembatan Penghubung Pulau Kalimantan-Pulau Laut

"PDI Perjuangan ingin mengingatkan satu hal yang sederhana tapi sering dilupakan: setiap jabatan ada masanya. Tidak ada jabatan yang abadi," jelas Guntur.

Menurut dia, kekuasaan yang terlalu lama berada di satu tangan berisiko menimbulkan kejenuhan, mengurangi daya koreksi, hingga menjauhkan institusi dari harapan masyarakat.

"Karena itu, penyegaran dan pergantian di pucuk pimpinan Polri adalah keniscayaan. Ini bukan soal pribadi, melainkan soal kesehatan institusi," tuturnya.

Guntur menyebut regenerasi kepemimpinan merupakan bagian dari tradisi demokrasi dan agenda reformasi Polri yang masih ditunggu masyarakat.

PDI Perjuangan, lanjut dia, meyakini keputusan Prabowo mengganti Kapolri diambil berdasarkan kepentingan bangsa dan negara, bukan kepentingan kelompok maupun golongan.

BACA JUGA:Harga Emas Antam Turun Rp5.000, Kini di Level Rp2.576.000 per Gram

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: