Peringati Hari Batik Nasional, PNM Terus Perkuat Warisan Batik Nusantara

Jumat 02-10-2026,21:28 WIB
Reporter: M. Ichsan |
Peringati Hari Batik Nasional, PNM Terus Perkuat Warisan Batik Nusantara

Nasabah dilatih oleh trainer agar mampu memiliki tambahan keterampilan dari batik tradisional ke ecoprint.-Istimewa-

JAKARTA, DISWAY.ID--  Setiap lembar batik menyimpan cerita tentang tangan-tangan yang merawat warisan budaya, termasuk para pembatik di berbagai pelosok negeri. Di Hari Batik Nasional, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) terus berupaya mendukung pelestarian warisan budaya tersebut dengan memberdayakan perempuan-perempuan tangguh yang hidup dari usaha membatik.

Hingga saat ini PNM telah memfasilitasi klasterisasi batik di berbagai titik di Indonesia, di antaranya Jambi, Madiun, Magelang, Hingga Lamongan. 

BACA JUGA:4 Konser Gratis Jabodetabek 3-4 Oktober 2026, Karaoke Bareng Tulus, Yura Yunita hingga Vierratale!

Klasterisasi merupakan program pelatihan berseri dari PNM yang dilakukan secara berkelompok, dengan mengumpulkan pengusaha batik sejenis dalam satu wilayah. Melalui cara ini, pembekalan dapat diberikan lebih terarah dan peserta tidak berjalan sendiri.

Direktur Utama PNM, Kindaris, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi cara PNM ikut menjaga batik pada momentum Hari Batik Nasional.

"Kami ingin ikut menjaga batik lewat para pembuatnya. Melalui pembiayaan dan program pemberdayaan melalui klasterisasi, ibu-ibu para pembatik kami kumpulkan agar bisa belajar, berkarya, dan tumbuh bersama, sehingga batik tetap lestari dan usaha mereka semakin kuat," ujar Kindaris.

BACA JUGA:39 Tahun LippoLand, Harga Rumah Mulai Rp100 Juta Jadi Salah Satu Segmen yang Dibidik

Di Kelurahan Danau Teluk, Kota Jambi contohnya, klasterisasi menghadirkan pelatihan membatik, pendampingan, dan akses pemasaran bagi perajin batik setempat. 

Keterampilan peserta kemudian diperluas di Desa Uteran, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, lewat pelatihan batik ecoprint yang mendorong kreativitas dan menambah pengetahuan baru.

Pengembangan keterampilan itu ditopang fasilitas di Desa Gandusari, Magelang. PNM membentuk kampung binaan batik lengkap dengan tempat pelatihan membatik dan alat pengunci warna. 

BACA JUGA:Ini Rahasia Mitchell Baker Mampu Cetak 5 Gol ke Gawang Bangladesh

Nasabah dilatih oleh trainer agar mampu memiliki tambahan keterampilan dari batik tradisional ke ecoprint. Dilanjutkan dengan pelatihan pewarnaan agar kualitas produk terjaga. Fasilitas ini juga dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar yang bukan nasabah.

"Lewat klaster, para pembatik tidak lagi bekerja sendiri-sendiri. Mereka belajar bersama, memakai fasilitas bersama, dan saling membantu kalau ada kesulitan. Semangat gotong royong seperti inilah yang kami terapkan dalam pembinaan nasabah PNM secara berkelompok, karena kami yakin usaha yang dijalani bersama akan lebih mudah berkembang" tambah Kindaris. 

Klasterisasi ini menjadi bentuk dukungan PNM pada peringatan Hari Batik Nasional setiap 2 Oktober, saat batik Indonesia diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda. Bagi PNM, merawat batik berarti memastikan para pembatiknya terus berdaya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: