Laba Tembus Rp5,3 Triliun, Mesin Pertumbuhan BSI Makin Moncer

Minggu 04-10-2026,22:38 WIB
Reporter: Hariri |
Laba Tembus Rp5,3 Triliun, Mesin Pertumbuhan BSI Makin Moncer

Memasuki akhir kuartal III dan kuartal IV 2026, BSI akan terus memperkuat sumber dana murah yang menjadi salah satu keunggulan bisnis Perseroan. -Istimewa-

JAKARTA, DISWAY.ID-- PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) terus melaju kencang dengan fundamental yang semakin solid. Memasuki kuartal III 2026, BSI membukukan laba sebesar Rp5,30 triliun hingga Agustus 2026, tumbuh 10,07% secara tahunan (Year on Year/YoY). 

Pertumbuhan laba tersebut ditopang ekspansi bisnis yang berkualitas, penguatan dana murah, akselerasi pembiayaan, serta semakin besarnya kontribusi bisnis emas dan fee based income. 

BACA JUGA:Wardah PDRN Sunscreen Barrier Longevity Physical Sun Ampoule, Inovasi Proteksi Kulit

Kinerja tersebut memperlihatkan bahwa pertumbuhan BSI tidak hanya bertumpu pada ekspansi aset, tetapi juga pada penguatan struktur pendanaan dan peningkatan kualitas mesin bisnis.

Selain itu,manajemen risiko yang tepat, monitoring pembiayaan yang ketat serta penguatan aspek Good Corporate Governance (GCG) juga menjadi faktor pendukung bisnis Perseroan tetap moncer di tengah kondisi menantang.

Dari sisi funding, Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI tumbuh 17,71% yoy menjadi Rp389 triliun, dengan dana murah (CASA) mencapai Rp246 triliun.

BACA JUGA:Wardah Low pH Micellar Pad Hadir dengan Japanese Mugwort dan Upcycled Lavender

Penguatan CASA terutama ditopang pertumbuhan tabungan yang mencapai Rp171 triliun, memperkokoh struktur pendanaan sekaligus meningkatkan efisiensi biaya dana Perseroan.

Efisiensi tersebut tercermin dari Cost of Fund (CoF) yang turun 37 bps dibanding posisi tahun lalu (YoY) menjadi 2,30%. Penurunan CoF memberikan ruang bagi BSI untuk menjaga daya saing pembiayaan sekaligus mempertahankan profitabilitas di tengah dinamika industri perbankan.

Di sisi intermediasi, pembiayaan BSI justru tumbuh lebih agresif. Hingga Agustus 2026, total pembiayaan mencapai Rp344 triliun atau tumbuh 16,21% yoy, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan DPK. 

Pertumbuhan ini menunjukkan kemampuan Perseroan mengoptimalkan likuiditas untuk mendorong ekspansi bisnis secara produktif, dengan tetap memperhatikan kualitas pembiayaan. 

BACA JUGA:ParagonCorp Dorong Industri Kecantikan Lebih Berkelanjutan, dari Kemasan hingga Pemulihan Lingkungan

Meski tumbuh tinggi, pembiayaan BSI dilakukan dengan penjagaan kualitas yang baik ditandai dengan Non-performing financing (gross) 1,8%.

Momentum pertumbuhan juga datang dari bisnis berbasis fee ditandai pertumbuhan Fee based income (FBI) sebesar 36,27% menjadi Rp5,6 triliun, dengan peningkatan kontribusi terutama berasal dari bisnis treasury dan emas. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait