Hasil Autopsi Ulang Brigadir J Bocor, Kuasa Hukum Sebut Otak Jenazah Tak Ditemukan: Ada Bekas Lem...

Minggu 31-07-2022,14:17 WIB
Reporter : Aulia Nur Arhamni
Editor : Aulia Nur Arhamni

JAKARTA, DISWAY.ID - pengacara keluarga jenazah Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak bocorkan hasil autopsi ke-2 jenazah Brigadir J.

Pengakuan ini disampaikan Kamaraduddin saat berbincang dengan Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun.

Dalam keterangannya, Kamrudddin membuat pernyataan tak terduga terkait kondisi Brigadir J.

Pernyataan Kamaruddin ini merupakan keterangan dari tim forensik independen di RS Sungai Bahar.

BACA JUGA:LPSK Tegas Peringatkan Putri Candrawathi, Permohonannya Terancam Ditolak: Kami Putuskan...

Perbincangan Kamaruddin dan Refly Harun ini disampaikan di kanal YouTube Refly Harun dengan judul: "GEMPAR! KETERANGAN TERBARU PENGACARA: OTAK BRIGADIR J HILANG DARI KEPALA!" yang diunggah pada 29 Juli 2022.

"Berdasarkan hasil otopsi yang kedua, setelah jenazahnya digali, kita menempatkan dua orang tenaga kesehatan, satu dokter lalu satu magister kesehatan untuk mewakili keluarga dan penasihat hukum" ujar Kamaruddin.

Kamaruddin menjelaskan awalnya penasihat hukum dan keluarga boleh menyaksikan penggalian dan otopsi, namun atas dasar kode etik kedokteran mereka dilarang.

BACA JUGA:Duel Pramusim Pagi Ini: Live Streaming Real Madrid Kontra Juventus

"Maka di jam-jam terakhir kita diberikan tantangan apa bila ada keluarga yang bisa dipercaya atau pengamat boleh (menyaksikan) asalkan dokter atau profesinya di bidang kesehatan," ucap Kamaruddin.

Tim kuasa hukum keluarga Brigadir J kemudian menempatkan 2 orang tenaga kesehatan yakni  dokter Martina Aritonang dan Magister kesehatan erlina Lubis untuk wakili keluarga dam ikut bekerja sama dalam proses otopsi.

Jadi Kamaruddin menegaskan, apa yang mereka catat itu sudah hasil kerjasama dengan dokter forensik

"Dibuka kepala, pertama tidak ditemukan otaknya, yang ditemukan semacam retak 6 di kepala itu," tegas Kamruddin.

BACA JUGA:Razia Odong-Odong Bakal Digelar Rutin, Ini Peringatan Keras Korlantas Polri

"Kemudian di raba-raba kepalanya itu, di bagian belakang ada benjolan bekas lem, lemnya dibuka ada lubang. Lubangnya disonde itu ditusuk pakai seperti sumpit itu ada alatnya disonde ke arah mata, mentok. Tapi begitu disonde ke arah hidung ternyata tembus ya. Mengapa adanya jahitan yang sebelumnya difoto ketika berulang kali saya berikan kepada media itu bekas lubang peluru yang ditembak dari belakang kepala dengan posisi agak tegak lurus,"sambungnya.

Kategori :