Terjebak di Ponsel Yosua

Jumat 05-08-2022,07:26 WIB
Reporter : Syaiful Amri
Editor : Syaiful Amri

BACA JUGA:Tuntaskan Kasus Brigadir J, Arief Poyuono: Risikonya Apa pun Kapolri Pasti Tegak Lurus ke Presiden Jokowi

Dengan penemuan locus delicti dan tempus delicti akan mengungkap fakta dan bukti berangkai dan berantai. 

“Sampai akhirnya bagaimana Brigadir Yosua menemui ajalnya,” ucapnya.

Bila diperlukan, sambung Syamsul, rekan-rekan pengacara keluarga Brigadir Yosua bisa memohon bantuan kepada operator atau provider seluler termasuk pihak Google. 

“Akan dibuka semua fakta tentang percakapan itu. Termasuk Google Maps berkaitan dengan peristiwa yang terkesan seperti komedi putar di pasar malam,” tandas Syamsul.

5 Handphone Keluarga Brigadir J Diretas


Samuel Hutabarat, ayah Brigadir J saat diwawancara wartawan Jambi Ekspres di kediamannya di Sungai Bahar. (Foto: M Ridwan/Jambi Ekspres)----

Sebanyak 5 ponsel milik keluarga Brigadir J di Jambi diduga telah diretas. Ini disampaikan oleh Rohani Simanjuntak, Bibi dari Brigadir Yosua

Rohani menyebut peretasan ini terjadi berangsur. Pertama kali terjadi pada pukul sekitar 05.00 WIB. Aplikasi Whatsapp dan Facebook untuk berkomunikasi tidak bisa dibuka.

Selanjutnya, ini terjadi pada handphone milik kakak dan adiknya Brigadir Yosua. Totalnya ada 5 ponsel yang diretas dalam satu hari ini.

Siapakah yang terlibat dalam peretasan tersebut? Peretasan biasanya dilakukan untuk memonitor dan mengendalikan isi dari ponsel yang dimaksud. Baik percakapan termasuk informasi yang diposting di linimasa media sosial.

BACA JUGA:Ponsel Keluarga Brigadir J Sampai Hari Ini Masih Diretas, Pengakuan Samuel Hutabarat Mengejutkan Lagi 

Langkah ini pun untuk menekan adanya informasi pemberitaan agar tidak sampai ke keluarga atau relasi korban.

Apakah benar ada pihak yang ingin berita meninggalnya Brigadir J tidak disebarluaskan melalui telepon atau Whatsapp Group Keluarga

Aksi seperti ini hanya dimiliki oleh mereka yang mempunyai fasilitas khusus. Kabar lain pelaku peretasan namanya sudah dikantongi oleh Kapolri.

Beberapa akun yang cukup vokal dalam menyuarakan kasus ini juga menjadi target Cybercrime Polri, dengan cara ditumbangkan hingga suspend termasuk akun Twitter dan Instagram milik Opposite6890

Kategori :