Dua Koper Hitam 'Hadiah' dari Ibu Putri

Kamis 11-08-2022,07:27 WIB
Reporter : Syaiful Amri
Editor : Syaiful Amri

JAKARTA, DISWAY.ID - Kedekatan Brigadir J semasa hidup menjadi catatan khusus dalam sidik kasus drama berdarah 8 Juli 2022 yang menyeret Irjen Pol Ferdy Sambo sebagai aktor utama. 

Sebenarnya apa pengaruhnya bagi Sambo sampai harus memerintahkan Bharada E menghabisi nyawa pria yang memiliki nama asli Nofriansyah Yosua Hutabarat itu?  

Padahal Brigadir J dikenal Drive Caraka (ADV) yang setia mendampingi dan mengawal Putri Chandrawati. Dua tahun bukan waktu yang sebentar.

BACA JUGA:Komisi Suruhan Polisi  

Apa lantaran Brigadir J membuat Sambo cemburu? Atau terlalu banyak tahu dengan rahasia Sambo soal dugaan istri simpanan sampai tudingan miring terkait aktor pengaman ‘Konsorsium 303’ yang beredar di lini masa?

Yang pasti, pasca tragedi berdarah drama palsu polisi tembak polisi terbongkar, Putri Chandrawathi masih bungkam. LPSK pun tak mampu menembusnya meski sudah bertemu Senin lalu. 

Putri Chandrawati kian panik setelah 3 rumahnya kini dijaga  ketat anggota dari korps Brimob. Lalu alasan apalagi yang akan dibuat. Trauma, psikologinya terganggu, atau kian panik? 

Kabar soal emosional istri sang jenderal itu belum stabil, juga meragukan termasuk motif pelecehan seksual juga meragukan.

BACA JUGA:Mahalnya Pengakuan Sambo  

Sejalan dengan itu, isu liar tentang dugaan ‘perselingkuhan’ kian deras mengalir. Isu ii menjadi 'kembang-kembang' pemberitaan yang sampai saat ini terus mengalir deras. 

Apalagi statement Menkopolhukam Mahfud MD Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD yang mengibaratkan penanganan kasus kematian Brigadir J seperti kasus menangani orang hamil karena membutuh waktu lama.

“Kasus ini memang agak khusus seperti kasus orang menangani orang hamil yang mau melahirkan tapi sulit melahirkan, sehingga terpaksa dilakukan operasi Caesar,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa malam.

Mahfud MD tahu jalan cerita dari peristiwa itu. Tapi dalam beberapa kesempatan, pria kelahiran Sampang 13 Mei 1957 itu menegaskan polisi yang memiliki hak untuk membeberkan pangkal peristiwa dan motif sebenarnya.

Kategori :