BACA JUGA:Polisi Kantongi Identitas Pelaku Penusukan Sopir Transjakarta, Tunggu Saja!
Pelaku H disebut tega mencekik, menyekap dan menyumpal mulut korban dengan lakban, sehingga sang majikan mati lemas.
Tak berhenti sampai di situ, dari pengakuan pelaku, sopir pribadi itu juga lakukan pemukulan pada bagian rahang korban sebanyak dua kali. Akibatnya, gigi korban rontok.
Sementara itu Kapolsek Tanjung Priok Kompol M Yamin mengatakan pihaknya menemukan pisau yang diduga digunakan untuk merampok korban.
Kepada polisi, pelaku mengaku nekat menyerang korban yang merupakan majikannya hanya untuk menguasai harta korban.
BACA JUGA:Imbas Viral, Polisi Tangkap 3 Pelaku Pemalak Sopir Truk di Jembatan Dua di Penjaringan
BACA JUGA:Saat Hakim Terkejut Mendengar Cerita Saksi Sopir Ambulans Brigadir J
"Dari hasil keterangan juga (pisau) dapat digunakan untuk melakukan perampokan. Tapi karena pada saat pelaksanaan adanya perlawanan, makanya korban dianiaya," ujarnya.
Selain itu, Yamin menyebut, motif sopir pribadi yang tega membunuh majikannya itu karena pelaku mengaku merasa sakit hati.
Menurut pelaku, majikannya dinilai tidak ramah, korban disebut kerap melontarkan perkataan keras dan caci makian sehingga sang sopir sakit hati.
Salah satu bentu caci makian korban terhadap pelaku adalah ketika di depan umum. Kata pelaku, korban mencaci maki tak sendirian, melainkan kerap bersamaan dengan adiknya, R (66).
BACA JUGA:Kejanggalan Saat Antar Jenazah Brigadir J Diungkap Sopir Ambulans PT Bintang Medika
BACA JUGA:Sopir Ambulans Lihat Jenazah Brigadir J Bermasker
"Motif dari pelaku adalah dendam yang mana menurut pelaku para majikan ini suka memaki ataupun berkata kasar. Dan juga motif kedua ingin menguasai harta ataupun uang di mana menurut pelaku juga dia terlilit utang," ujarnya.
Apapun alasannya, pembunuhan tetap pembunuhan, dalam kasus ini pelaku tetap menjalani proses hukum.