“Budaya siri na pacce memang memengaruhi bagaimana pertimbangan-pertimbangan keputusan dan emosi serta kepribadian Bapak Ferdy Sambo," kata Reni.
Soal Emosi Ferdy Sambo kata Reni, mudah terusik apabila kehormatannya terganggu.
"Kemudian dapat menjadi orang yang dikuasai emosi, tidak terkontrol, tidak berpikir panjang dengan tindakan yang dilakukan," kata Reni.
Meski Ferdy Sambo berpengalaman di bidang reserse, Reni menyebut alumnus Akpol 1994 itu tetap tidak bisa mengendalikan emosi ketika sedang berada pada situasi terdesak.
"Dalam keadaan normal ada upaya rasional untuk mengendalikan diri, tetapi dalam situasi memang ada hal yang menggangu kondisi emosinya, itu yang kemudian bisa menjadi orang yang sangat dikuasi emosinya," ujar Reni.
Oleh karena itu, Reni menyebut Ferdy Sambo merupakan sosok yang membutuhkan orang lain dalam mengambil keputusan penting. "Dia butuh orang sekitar (dalam) mengambil keputusan," tutur Reni.
Kepribadian Bharada E
Terdakwa perkara pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Bharada Richard Eliezer. Foto: Ricardo/JPNN.com--
Kemudian tentang hasil pemeriksaan Richard Eliezer atau Bharada E. Reni Kusumowardhani membeberkan bahwa terdakwa yang berstatus Justice Collaborator (JC) itu memilik kecerdasan rata-rata.
"Kalau Pak Richard ini secara umum taraf kecerdasannya tergolong rata-rata," kata Reni di ruang sidang.
Reni mengatakan, potensi intelektual Bharada Richard Eliezer juga baik saat menjalani tugas sehari-harinya.
"Potensi intelektualnya ini ditampilkan, digunakan secara maksimal memiliki kapasitas intelektual yang relatif baik terutama untuk menghadapi tugas-tugas praktis dan sederhana di dalam kehidupan sehari-harinya," kata Reni. Reni mengatakan tingkat kepatuhan Bharada Richard terhadap figur otoritas sangat tinggi. "Kepatuhannya tinggi," tutur Reni.
Kepribadian Kuat Maruf
Terdakwa Kuat Ma'ruf -Intan Afrida Rafni-
Sementara terdakwa lainnya, Kuat Maruf. Reni Kusumowardhani menjelaskan bahwa sopir Ferdy Sambo itu
"Kuat Maaruf kecerdasannya tergolong di bawah rata-rata dibanding dengan orang seusianya,” ujar Reni di PN Jakarta Selatan, Rabu 21 Desember 2022.