Sejarah Berdirinya Netflix, Layanan Streaming Terbesar di Dunia

Senin 30-01-2023,19:51 WIB
Reporter : Puji Lestari Ningsih
Editor : M. Ichsan

Pelanggan cenderung menyewa DVD terbaru ketimbang DVD lama. Agar perusahaan memperoleh keuntungan, margin profit per DVD harus mencapai angka 15-20 persen.

BACA JUGA:Anggota DPR Nilai LRT Jabodebek Layak Operasi Pertengahan 2023

BACA JUGA:Rencana Upacara Pernikahan Song Joong Ki dan Katy Louise Saunders, Ini Kata Agensi

Mengatasi masalah tersebut, Netflix memodifikasi model bisnisnya. Netflix memberlakukan sistem sewa atau berlangganan dalam periode waktu yang lebih lama, misalnya satu tahun.

Dengan begitu, pelanggan harus membayar semua biaya sewa selama setahun di awal waktu sewa. Alhasil, pelanggan akan “terkunci” dengan platform Netflix.

Netflix juga membuka sistem antrian, yang mana pengguna dapat memilih judul film yang ingin mereka tonton selanjutnya.

Dengan begitu, proses pengiriman dan pengembalian DVD dapat dipercepat.

BACA JUGA:Ternyata 7 Oknum Suporter Persita Tangerang Sudah Rencanakan Pelemparan Batu ke Bus Persis Solo

BACA JUGA:Pelaku Kekerasan Seksual Terhadap Mantan Pacar di Tambora Berhasil Ditangkap

Pelanggan juga semakin terdorong untuk segera mengembalikan DVD lamanya agar dapat menerima DVD baru.

Pada tahun 2000, Netflix menyediakan program penyewaan film bertajuk “All-You-Can-Watch” dengan biaya berlangganan per-bulan. Paket ini memungkinkan penggunanya untuk menerima hingga 4 DVD sekaligus.

Perusahaan juga menghapus denda keterlambatan, biaya pengiriman, dan biaya per film. Sampai saat ini, Netflix tetap eksis dalam dunia perfilman dengan model bisnis yang lebih modern.

Kategori :