Rudal Antar Benua Korea Utara Gunakan Bahan Bakar Padat, Jepang Semakin Gusar

Jumat 14-04-2023,14:24 WIB
Reporter : Reza Permana
Editor : Reza Permana

JAKARTA, DISWAY.ID – Pihak Korea Utara mengatakan pada hari Jumat 13 April, bahwa pihaknya telah menguji rudal balistik antarbenua atau intercontinental ballistic missile (ICBM) berbahan bakar padat.

Adapun rudal ICMB yang dinamai Hwasong-18 tersebut juga mempunyai kemampuan yang tidak dapat dipandang sebelah mata karena juga dapat dilengkapi dengan hulu ledak nuklir.

Kim Jong Un selaku pimpinan tertinggi Korea Utara turun tangan langsung dalam uji coba Hwasong-18.

Hal tersebut membuat Jepang menjadi ketar-ketir, pasalnya rudal yang diluncurkan oleh Korea Utara melewati negaranya yaitu pulau Hokkaido.

BACA JUGA:Dito Mahendra Diduga Ngupet dari Kepolisian, Bareskrim Polri: Sudah Dicekal KPK dan Imigrasi

BACA JUGA:Rose BLACKPINK Dituding Gunakan Narkoba, YG Entertainment Ambil Langkah Hukum

Lewatnya rudah dari Korea Utara karena Hokkaido berada di jalur lintasan antara Korea Utara dengan Samudera Pasifik.

Akibatnya Jepang mengalami krisis keamanan, bahkan pemerintah pertahanannya sempat mengeluarkan peringatan agar penduduk Hokkaido untuk selalu waspada dan siap-siap mengungsi jika rudal tersebut jatuh di salah satu pulau terbesar di Jepang tersebut.

Menangapi uji coba dari ICBM tersebut, Korea Selatan mengatakan Korea Utara sebenarnya masih harus melakukan eksperiman yang panjang agar dapat menguasai teknologi bahan bakar padat untuk rudal mereka.

BACA JUGA:Sharp Indonesia Lakukan Distribusi Perdana Produk Dalam Negeri Untuk Pasar Nasional

BACA JUGA:3 Dugaan Penyebab Kecelakaan Beruntun Tol Semarang-Solo, Polisi Singgung Supir Ngantuk

Dengan demikian maka Kim Jong Un akan terus melakukan uji coba dalam jangka waktu yang lebih panjang dan jumlah tes yang lebih banyak lagi.

Tentu saja uji coba yang dilakuka oleh Korea Utara ini akan dapat menganggu kestabilitasn dari Jepang yang wilayah udaranya akan dilewati oleh ICBM.

Kementerian pertahanan Korea Selatan mengatakan Korea Utara masih mengembangkan senjata itu, dan membutuhkan lebih banyak waktu dan upaya untuk menguasai teknologinya, yang menunjukkan bahwa Pyongyang mungkin melakukan lebih banyak tes.

Pemilihan samudera Pasifik menjadi satu-satunya sasaran tembak dari rudal antar benua dari Korea Utara kerana merupakan perairan internasional dan rudah-rudal yang diluncurkan tersebut akan jatuh dan hancur di lautan.

Kategori :