Fakta Terbaru Demo Buruh PT SS Utama yang Gajinya Diturunkan, Tak Mempan Gertakan, Perusahaan: Kalau Mau Kerja Monggo

Kamis 25-05-2023,17:43 WIB
Reporter : Khomsurijal Wahibudiyak
Editor : Khomsurijal Wahibudiyak

SURABAYA, DISWAY.ID-- Video aksi demo buruh tak mempan gertakan pihak perusahaan, viral di media sosial. 

Diketahui dalam video yang viral itu, buruh memilih meninggalkan pabrik meski digertak oleh perwakilan managemen lantaran gajinya diturunkan Rp 105.000/bulan. 

Belakangan diungkap fakta terbaru, bahwa kejadian demo buruh PT SS Utama yang bergerak dalam pembuatan sepatu itu, merupakan video lama.

BACA JUGA:17 Gubernur Berakhir Masa Jabatannya Tahun Ini, Termasuk Ganjar Pranowo dan Ridwan Kamil

Seorang operator PT SS Utama bernama Eka menjelaskan video yang viral tersebut sudah lama terjadi yaitu direkam pada Januari 2023.

"Sekarang (buruh yang demo) masih kerja kok, itu video lama. Setelah kejadian itu besoknya langsung pada masuk seperti biasa. Ini masih pada produksi," katanya, dikutip Rabu 24 Mei 2023.

Disebutknya, keputusan karyawan untuk bekerja kembali itu tanpa paksaan dari perusahaan.

Atas keinginan sendiri, para buruh disebutnya, bersedia bekerja lagi meski gajinya diturunkan Rp 105.000/bulan.

"Itu kan sudah diberi tahu kalau mau kerja monggo (silakan) masuk, setelah itu besoknya anak-anak masuk seperti biasa. Kan perusahaan memberikan kesempatan kalau mau kerja monggo," terang Eka.

Sedangkan terkait keputusan perusahaan menurunkan gaji buruh, terpaksa diambil lantaran lesunya permintaan akibat pelemahan ekonomi global.

"Memang nggak ada order, sepi. Ada (ekspor) tapi nggak banyak, nggak seperti tahun kemarin," jelasnya.

BACA JUGA:Digertak Manajemen Buruh Pilih Keluar dari Pabrik SS Utama: Saya Pulang!

Diketahui, ratusan buruh demo terhadap perusahannya, PT SS Utama di Surabaya lantaran gaji mereka dipotong alias diturunkan Rp 105.000/bulan.

Aksi demo ratusan karyawan di dalam sebuah pabrik di Surabaya itu direkam dan videonya viral di media sosial.

Dari video terlihat terdapat ratusan karyawan atau hampir satu pabrik mogok kerja.

Kategori :