Dompet Dhuafa Hadirkan CSV Connect 2023, Tekan Peran Aktif Perusahaan Dalam Ciptakan Nilai Sosial dan Ekonomi Bersama

Jumat 01-09-2023,11:33 WIB
Reporter : Reza Permana
Editor : Reza Permana

JAKARTA, DISWAY.ID – Komitmen Indonesia dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (SDGs) untuk peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara berkesinambungan, pembangunan yang menjaga keberlanjutan kehidupan sosial masyarakat, pembangunan yang menjaga kualitas lingkungan hidup serta pembangunan. 

Hal ini dalam menjamin keadilan dan terlaksananya tata kelola yang mampu menjaga peningkatan kualitas hidup dari satu generasi ke generasi berikutnya.

“Alhamdulillah, Dompet Dhuafa hadirkan CSV Connect 2023 pada Kamis (31 Agustus 2023) sebagai forum yang memfasilitasi perusahaan untuk berbagi pandangan, pengetahuan, dan pengalaman mengenai keterkaitan optimasi implementasi CSV terhadap strategi bisnis perusahaan dan peran aktif perusahaan terhadap kesejahteraan masyarakat dan lingkungan sekitar,” ujar Yayat Supriyatna selaku Sekretaris Yayasan Dompet Dhuafa Republika dalam pembukaan acara tersebut.

Menurut Yayat Supriyatna, Dompet Dhuafa sudah menjadi model bisnis yang menjalankan CSR sejak 30 tahun terakhir, ketika konsep tersebut belum begitu dikenal. 

BACA JUGA:Potret Razia Uji Emisi di Jalan MT Haryono Jaksel, Motor yang Tak Lulus Langsung Ditilang!

BACA JUGA:BBM Pertamax Naik Rp 13.300, Pertamina Dex Naik Hingga Rp 2.550

Setelah mengalami perkembangan, Dompet Dhuafa  turut melakukan pemberdayaan di berbagai bidang dalam lima pilar (Ekonomi, Pendidikan, Kesehatan, Sosial dan Dakwah Budaya). 

Mulai dari membangun rumah sakit, lembaga pendidikan dari Anak Usia Dini (PAUD) hingga perguruan tinggi seperti STIM Budi Bakti, sentra-sentra ternak, pertanian dan lain-lainya. 

“Laju perkembangan ini sebetulnya kami sudah masuk fase di CSV. Sehingga tidak hanya pemberdayaan melalui penyaluran, tetapi betul-betul pemberdayaan untuk meningkatkan nilai ekonomi dan sosial yang dikerjakan secara bersama-sama,” tambah Yayat.

Pada waktu yang sama, Etika Setiawanti selaku Direktur Mobilisasi Sumber Daya Dompet Dhuafa mengatakan jika CSR tradisional hanya fokus pada reputasi perusahaan saja.

Sedangkan CSV turut berusaha untuk memenangkan persaingan dan menjadi strategi korporasi tidak hanya dilakukan oleh satu unit departemen saja, tetapi menjadi model strategis yang dilakukan oleh para pemangku kepentingan di lembaga atau institusi. 

“Main driver dari CSR adalah para pemangku kepentingan dari lingkungan eksternal,” jelas Etika.

BACA JUGA:Panglima TNI Turun Tangan Atasi Polusi Udara Saat KTT ASEAN, Gandeng BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca

BACA JUGA:12.543 Pasukan Gabungan Dikerahkan TNI Amankan KTT ASEAN, Panglima Yudo: Alutsista Pantau Keamanan Lingkar Luar Laut dan Udara

Secara pendekatan, CSV lebih proaktif yang berarti didesain secara terencana oleh brand atau perusahaan tertentu, sehingga menghasilkan program yang lebih berkelanjutan.

Kategori :