BRIN: Seng dan Vitamin D Ampuh Atasi Masalah Sunting Anak di Indonesia!

Rabu 29-11-2023,15:41 WIB
Reporter : Dimas
Editor : Dimas

JAKARTA, DISWAY.ID -- Masalah stunting anak di Indonesia cukup serius saat ini.

Stunting adalah penghambatan tumbuh kembang seorang anak karena masalah gizi.

Peneliti Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Dr. Fitriah Ernawati, punya jawaban soal ini.

BACA JUGA:Penuhi Kebutuhan Ibu dan Bayi, Popok MAKUKU Kini Hadir di Gerai Alfamart di Seluruh Indonesia

Menurutnya penanganan masalah stunting di Indonesia, BRIN menyarankan minum atau mengonsumsi mineral seng atau Zinc.

Selain Zinc atau zat besi, BRIN juga menganjurkan anak yang bermasalah stunting rajin diberi vitamin D.

Berdasarkan data Riskesdas, pada tahun 2021 sebanyak 20 persen anak usia 5-12 tahun kekurangan zat besi.

Lalu 13 persen anak kekurangan konsumsi vitamin D.

BACA JUGA:Ini 2 Kondisi Kesehatan Bayi Baru Lahir Memerlukan Inkubator, Tak Hanya Berlaku untuk Bayi Prematur!

"Berdasarkan data Riskesdas pada 2021 menunjukkan 20 persen anak usia 5 sampai 12 tahun kekurangan seng (zat besi) dan 13 persen kurang vitamin D," terangnya dalam webinar, dikutip Rabu, 29 November 2023.

Menurut Fitriah, lambatnya pertumbuhan atau stunting pada anak di Indonesia juga diakibatkan infeksi berulang.

"Jika karena adanya infeksi berulang itu, harusnya anak tumbuh, sehingga dipakai untuk imunitasnya digunakan untuk melawan infeksi yang terjadi dalam tubuh," jelasnya.

Tak berhenti di situ, kurangnya kecukupan asupan mineral seng pada anak sangat berisiko terhadap terjadinya stunting.

BACA JUGA:Bayi Prematur Meninggal Usai Dibuat Konten, Ini Alasan Bayi Wajib Diinkubator

"Asupan seng yang rendah itu berisiko 1 sampai 9 kali terhadap kejadian stunting," bebernya mengutip Jurnal Media Kesehatan Masyarakat Indonesia.

Kategori :