Bukan Sekadar Makan Siang, Kemenkes Siapkan Terapi Medis Khusus untuk 18 Persen Anak Stunting
Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin, saat meninjau pelaksanaan MBG di Cilincing, Jakarta Utara-Disway.id/Hasyim Ashari-
JAKARTA, DISWAY.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki misi yang jauh lebih dalam dari sekadar membagikan makan siang di sekolah.
Fokus besar berikutnya adalah melakukan intervensi medis terhadap sekitar 18% anak Indonesia yang terdeteksi masuk dalam kriteria stunting.
BACA JUGA:El Clasico Persib vs Persija Dijaga Ketat, Polda Jabar Kerahkan 3 Ribu Personel Gabungan
Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus menjelaskan bahwa publik perlu memahami perbedaan mendasar antara program pemberian makan umum dengan penanganan stunting.
Menurutnya, stunting bukan lagi soal pemenuhan gizi harian biasa, melainkan sudah masuk dalam ranah tindakan medis atau treatment.
"Mengatasi stunting itu beda dengan makan bergizi biasa. Kalau makan bergizi, semua orang kita kasih menu yang sama. Tapi kalau stunting, itu sudah masuk tahap terapi atau treatment," ujar Wamen Benjamin dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis 8 Januari 2026.
Pendekatan Medis Per Individu
Dalam strategi yang tengah disusun bersama Kementerian Kesehatan, penanganan stunting akan dilakukan secara personal.
BACA JUGA:Cita Rasa Korea Mendarat di Jakarta, NEO+ Airport Luncurkan '60 Seconds to Seoul'
Wamen Benjamin menggambarkan bahwa setiap anak yang teridentifikasi stunting akan diperiksa secara mendetail, mulai dari berat badan hingga kondisi kesehatan spesifiknya.
Nantinya, dosis dan jenis asupan yang diberikan akan disesuaikan dengan kebutuhan medis masing-masing anak.
"Ada yang beratnya cuma 1 kg, ada yang 2,5 kg. Dosisnya tidak bisa disamakan. Kita akan pantau per dua minggu, apakah berat badannya naik atau tidak. Ini teknis medis sekali," tutur Benjamin.
Langkah serius ini diambil sebagai bagian dari 8 Program Hasil Terbaik Cepat Presiden. Dengan anggaran yang diproyeksikan mencapai Rp335 triliun untuk jangka panjang, BGN merasa memiliki tanggung jawab besar agar dana tersebut benar-benar efektif mengikis angka stunting di tanah air.
BACA JUGA:Penjual Beras Ditembak Pelaku Curanmor di Palmerah, Korban Bikin Laporan
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: